
Trending

hang-seng
Sumber: Newsmaker.id
Indeks Hang Seng melemah pada perdagangan Rabu, turun 0,3% atau 83 poin ke level 24.440. Pelemahan tersebut berlanjut meskipun sebagian besar pasar saham Asia mengalami rebound, karena investor masih berhati-hati terhadap ketidakpastian arah suku bunga Amerika Serikat dan sejumlah data ekonomi penting yang akan dirilis dari China.
Sentimen pasar tetap terbebani oleh tingginya imbal hasil Treasury AS, yang meningkatkan tekanan terhadap aset berisiko secara global. Kondisi tersebut membuat investor Hong Kong cenderung mengambil posisi defensif, meskipun terdapat sejumlah sinyal positif dari perekonomian China yang berpotensi memberikan dukungan terhadap pasar saham.
Dari dalam negeri China, Purchasing Managers' Index (PMI) manufaktur resmi naik menjadi 50,1 pada September dari 49,8 pada Agustus. Kenaikan tersebut membawa indikator kembali ke atas level 50 yang menjadi batas antara ekspansi dan kontraksi, memberikan indikasi bahwa aktivitas manufaktur mulai menunjukkan penguatan.
Pemerintah China juga menjadi perhatian setelah Beijing mengumumkan langkah dukungan kredit dan kebijakan terkait pembiayaan perumahan pada Selasa. Kebijakan tersebut menjadi salah satu katalis yang dicermati investor menjelang periode libur Hari Nasional China pada 1–7 Oktober, ketika aktivitas perdagangan domestik akan mengalami penyesuaian.
Di pasar saham, Tencent turun 0,8%, China Resources Land melemah 2,9%, dan Akeso terkoreksi 2,6%. Sebaliknya, Z.AI Co. menguat 5% dan MiniMax naik 3,5%. Pergerakan Hang Seng selanjutnya akan dipengaruhi oleh kombinasi perkembangan ekonomi China, kebijakan stimulus Beijing, serta arah yield AS dan ekspektasi suku bunga Federal Reserve.