
Trending

Market Update
Sumber: Newsmaker.id
Bursa saham Eropa kembali melemah pada perdagangan Selasa (29/9) setelah investor mencermati kenaikan imbal hasil obligasi global dan volatilitas harga minyak. STOXX 600 turun 0,1%, sementara CAC 40 dan FTSE 100 masing-masing melemah sekitar 0,5%. DAX Jerman bergerak relatif datar karena investor masih berhati-hati terhadap prospek suku bunga dan inflasi.
Sektor semikonduktor justru bergerak positif setelah prospektus IPO Anthropic menunjukkan potensi peningkatan besar dalam belanja komputasi, cloud, dan infrastruktur AI. Saham Infineon, ASML, Aixtron, STMicroelectronics, dan sejumlah perusahaan chip Eropa ikut menguat karena pasar melihat permintaan infrastruktur AI masih menjadi katalis bagi industri teknologi.
Namun, kenaikan yield obligasi pemerintah menjadi tekanan utama bagi pasar saham. Yield yang lebih tinggi meningkatkan biaya pendanaan sekaligus menurunkan nilai relatif dari laba perusahaan di masa depan. Kondisi tersebut membuat STOXX 600 berada di jalur untuk mencatat penurunan bulanan setelah sebelumnya membukukan enam bulan penguatan berturut-turut.
Ketidakpastian geopolitik juga masih membatasi sentimen. Kebuntuan diplomasi AS–Iran dan volatilitas harga minyak membuat investor tetap waspada terhadap risiko inflasi yang dapat mempertahankan kebijakan moneter ketat. Perhatian pasar selanjutnya tertuju pada data kepercayaan konsumen zona euro dan komentar Presiden ECB Christine Lagarde.
Analisis Newsmaker:
Pasar saham Eropa kini menghadapi kombinasi tekanan dari yield tinggi, risiko inflasi energi, dan ketidakpastian geopolitik, sementara sektor AI masih memberikan dukungan bagi saham teknologi. Investor akan mencermati apakah tekanan obligasi semakin kuat atau prospek pertumbuhan AI mampu menjaga daya tahan bursa Eropa.
Sumber: Newsmaker.id