
Trending

Emas
Sumber: Newsmaker.id
Harga emas (XAU/USD) berhasil rebound lebih dari 1,3% pada perdagangan Selasa (29/9) setelah sebelumnya mengalami tekanan tajam. XAU/USD kembali bergerak di sekitar US$4.170 per troy ounce setelah sempat menyentuh area US$4.110. Penguatan terjadi meski dolar AS dan yield Treasury masih berada di level tinggi.
Pemulihan emas terutama didorong oleh penurunan tajam harga minyak. WTI turun lebih dari 4% ke sekitar US$89 per barel, sehingga meredakan sebagian kekhawatiran terhadap tekanan inflasi. Kondisi tersebut memberikan ruang bagi emas untuk pulih meskipun yield Treasury 10 tahun masih berada di sekitar 5,25%.
Dari sisi The Fed, pernyataan pejabat bank sentral masih menunjukkan perbedaan pandangan. Presiden New York Fed John Williams mengatakan tidak ada urgensi untuk menaikkan suku bunga, sementara Alberto Musalem, Austan Goolsbee, dan Michael Barr masih menyoroti risiko inflasi serta kemungkinan perlunya penyesuaian kebijakan lebih lanjut.
Data ekonomi AS juga memberikan sinyal campuran. Consumer Confidence September melemah, menunjukkan meningkatnya kekhawatiran masyarakat terhadap biaya hidup dan harga energi. Sementara itu, JOLTS Job Openings turun dari 7,335 juta menjadi 7,079 juta, meskipun tingkat pemutusan hubungan kerja tetap rendah.
Kondisi pasar tenaga kerja tersebut menunjukkan bahwa permintaan tenaga kerja mulai melambat, tetapi belum menunjukkan pelemahan yang signifikan. Karena itu, pasar masih memperhitungkan peluang kenaikan suku bunga The Fed sekitar 68% pada Oktober dan 95% pada Desember.
Analisis Newsmaker:
Rebound emas kali ini menunjukkan bahwa penurunan harga energi dapat menjadi katalis penting ketika tekanan yield dan dolar masih tinggi. Fokus pasar selanjutnya akan tertuju pada PCE dan NFP untuk melihat apakah tekanan inflasi dan kondisi tenaga kerja masih cukup kuat untuk mempertahankan ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed.
Sumber: Newsmaker.id