
Trending

hang-seng
Sumber: Newsmaker.id
Indeks Hang Seng menguat sekitar 0,5% atau 124 poin ke level 24.635 pada perdagangan Senin(28/9), rebound setelah mengalami penurunan selama tiga sesi berturut-turut. Penguatan didorong oleh kinerja positif sektor keuangan, teknologi, dan saham terkait mineral energi di tengah sentimen pasar yang mulai membaik.
Kenaikan indeks terjadi meskipun imbal hasil obligasi pemerintah AS (Treasury yield) kembali melonjak ke level tertinggi dalam beberapa dekade. Pasar masih memperhitungkan kemungkinan kenaikan suku bunga lanjutan oleh Federal Reserve, yang berpotensi meningkatkan tekanan terhadap aset berisiko secara global.
Dari sisi geopolitik, harga minyak kembali bergerak naik setelah Presiden AS Donald Trump menolak usulan Iran terkait pembukaan kembali Selat Hormuz. Tehran tetap mempertahankan syarat tertentu sebelum membuka kembali jalur pelayaran strategis tersebut, sehingga risiko pasokan energi masih menjadi perhatian investor.
Sementara dari ekonomi domestik, laba industri China tercatat tumbuh 15,7% secara tahunan menjadi CNY 5,27 triliun dalam delapan bulan pertama 2026. Namun, angka tersebut melambat dibandingkan pertumbuhan periode Januari-Juli sebesar 17,6%, menunjukkan adanya moderasi dalam pemulihan profit perusahaan.
Sejumlah saham mencatatkan penguatan pada perdagangan hari ini, dengan Tencent naik 1,8%, AIA Group menguat 0,9%, KE Holdings naik 2,6%, serta InSilico Medicine dan Meituan turut bergerak positif. Ke depan, investor akan mencermati arah kebijakan The Fed, perkembangan hubungan AS-China, serta risiko energi global sebagai faktor utama penggerak Hang Seng.(gn)
Sumber: Newsmaker.id