
Trending

Dolar AS
Sumber: Newsmaker.id
Dolar AS melanjutkan penguatan untuk sesi kedua pada Selasa (29/9) dan mencapai level tertinggi dalam dua bulan. Indeks Dolar AS (DXY) naik lebih dari 0,3%, didukung lonjakan imbal hasil Treasury jangka panjang. Yield Treasury 10 tahun naik sekitar 5 basis poin ke level tertinggi dalam 19 tahun, sementara yield 30 tahun mencapai level yang belum terlihat sejak 2002.
Penguatan dolar terjadi ketika seluruh mata uang G10 melemah. EUR/USD turun ke sekitar 1,1312, terendah sejak Mei 2025, setelah inflasi Spanyol meningkat lebih dari perkiraan dan kembali berada di atas target ECB. Kondisi tersebut justru meningkatkan ekspektasi kenaikan suku bunga ECB, tetapi belum mampu mengimbangi dukungan terhadap dolar dari tingginya yield AS.
GBP/USD melemah sekitar 0,3% ke 1,3210, sementara USD/CHF naik 0,4% ke 0,8356, mencatat penguatan selama lima sesi berturut-turut. Di kawasan Asia-Pasifik, AUD/USD turun hingga 0,6966 setelah Reserve Bank of Australia menaikkan suku bunga sesuai ekspektasi, tetapi memberikan sinyal bahwa kenaikan berikutnya belum pasti. Sementara itu, USD/JPY bergerak stabil di sekitar 157,44.
Analisis Newsmaker:
Penguatan dolar saat ini didukung oleh kombinasi yield Treasury yang tinggi, ekspektasi kebijakan The Fed yang ketat, dan daya tarik aset AS. Meski bank sentral lain juga memperketat kebijakan, kekuatan ekonomi AS dan tingginya minat investor terhadap aset berdenominasi dolar masih menjadi faktor pendukung utama bagi greenback.
Sumber: Newsmaker.id