
Trending

Dolar AS
Sumber: Newsmaker.id
Indeks Dolar AS menguat 0,2% ke sekitar 99,86 pada perdagangan Eropa Rabu (2/9). Greenback mendapat dukungan dari lonjakan imbal hasil obligasi AS serta meningkatnya ekspektasi bahwa Federal Reserve akan menaikkan suku bunga.
Imbal hasil Treasury AS tenor 10 tahun mencapai 4,82%, tertinggi sejak November 2023. Kenaikan harga minyak kembali memicu kekhawatiran inflasi dan mendorong investor memperkirakan kebijakan The Fed akan semakin ketat.
Pasar kini memperhitungkan peluang sekitar 67% bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga pada pertemuan September. Ekspektasi tersebut membuat dolar semakin menarik sekaligus menambah tekanan terhadap emas yang tidak memberikan imbal hasil.
Perhatian pasar tertuju pada data ADP Agustus yang akan dirilis pukul 12.15 GMT. Sektor swasta AS diperkirakan menciptakan 48 ribu pekerjaan, meningkat dari 44 ribu pada Juli, sebelum laporan Nonfarm Payrolls dirilis Jumat.
Menurut analisis Newsmaker, hasil ADP di atas 48 ribu berpotensi mengangkat dolar serta imbal hasil obligasi dan menekan emas lebih dalam. Sebaliknya, data di bawah perkiraan dapat melemahkan dolar dan memicu rebound emas, meski pergerakannya mungkin terbatas karena pasar masih menunggu NFP.(yds)
Sumber: Newsmaker.id