
Trending

Nikkei
Sumber: Newsmaker.id
Indeks Nikkei 225 ditutup anjlok 2,96% pada perdagangan Rabu karena tekanan jual melanda bursa Jepang. Saham yang melemah jauh lebih banyak dibandingkan saham yang menguat, dengan perbandingan 3.047 berbanding 513.
Lonjakan harga minyak kembali meningkatkan kekhawatiran terhadap inflasi dan kenaikan biaya impor Jepang. WTI diperdagangkan di sekitar US$90,64 per barel, sedangkan Brent mencapai US$95,49 akibat berlanjutnya ketegangan di Timur Tengah.
Sumitomo Metal Mining menjadi saham dengan penurunan terbesar setelah ambruk 11,55%. Kyowa Kirin merosot 11,05%, sedangkan Mitsubishi Materials kehilangan 9,80% pada akhir perdagangan.
Sebaliknya, sejumlah saham farmasi bertahan di zona hijau. Sumitomo Dainippon Pharma naik 2,74%, Daiichi Sankyo menguat 1,14%, dan Shionogi bertambah 1,08%. Yen juga menguat terhadap dolar AS ke sekitar 159,60.
Nikkei masih berisiko tertekan apabila harga minyak, imbal hasil obligasi, dan ekspektasi kenaikan suku bunga terus meningkat. Penguatan yen dapat menambah tekanan terhadap saham eksportir, sementara sektor defensif seperti farmasi berpotensi menjadi tempat berlindung investor.