
Trending

Emas
Sumber: Newsmaker.id
Harga emas melemah ke level terendah dalam lebih dari tiga pekan pada perdagangan Rabu. Emas spot turun 0,1% menjadi US$4.323,59 per ons setelah menyentuh posisi terendah sejak 7 Agustus, sedangkan emas berjangka AS merosot 0,6% ke US$4.370,40.
Tekanan muncul ketika dolar AS mencapai level tertinggi dalam dua pekan. Penguatan dolar membuat emas yang diperdagangkan menggunakan mata uang tersebut menjadi lebih mahal bagi pembeli luar negeri, sehingga membatasi permintaan.
Konflik AS–Iran justru menekan emas melalui jalur inflasi. Eskalasi tersebut mendorong harga minyak ke level tertinggi lima pekan, memperkuat kekhawatiran inflasi, dan meningkatkan tekanan terhadap The Fed untuk menaikkan suku bunga.
Gubernur The Fed Michael Barr mengatakan kenaikan bunga diperlukan apabila inflasi tidak segera mereda. Pasar kini memperkirakan peluang 68% untuk kenaikan suku bunga bulan ini, sementara investor menunggu laporan ADP dan data Nonfarm Payrolls pada Jumat.
Menurut analisis Newsmaker, data ADP yang lebih kuat dari perkiraan dapat mengangkat dolar serta ekspektasi kenaikan bunga dan kembali menekan emas. Sebaliknya, hasil yang lemah dapat membuka peluang rebound, meski penguatan kemungkinan terbatas karena pasar masih menunggu NFP.(yds)
Sumber: Newsmaker.id