
Trending

Dolar AS
Sumber: Newsmaker.id
Dolar AS kembali melemah dan mencatat penurunan bulanan kedua secara berturut-turut setelah rencana Departemen Keuangan AS memperbesar buyback obligasi pemerintah menekan kepercayaan terhadap greenback. Dollar Index (DXY) terakhir bergerak di sekitar 99,43, turun sekitar 0,24%, sementara Bloomberg Dollar Spot Index melemah sekitar 0,9% sepanjang Agustus setelah turun 1,3% pada Juli.
Tekanan terhadap dolar meningkat sejak Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengumumkan perluasan pembelian kembali Treasury tenor panjang. Kebijakan tersebut memicu kekhawatiran bahwa pemerintah berusaha menahan yield sekaligus melonggarkan kondisi finansial, sehingga kembali menghidupkan spekulasi mengenai kebijakan yang secara tidak langsung dapat melemahkan dolar.
Sentimen tersebut mendorong hedge fund, asset manager, dan spekulan mengurangi posisi bullish dolar. Pada Senin, Bessent juga menyatakan dirinya dan Ketua Federal Reserve Kevin Warsh berada pada pandangan yang sama mengenai kondisi pasar obligasi AS, meskipun arah kebijakan fiskal Treasury dan moneter The Fed masih menimbulkan perdebatan di pasar.
Dolar sempat menguat tajam pada Jumat setelah Warsh menyampaikan nada hawkish di Jackson Hole. Pernyataannya mengenai pentingnya membawa inflasi kembali menuju target 2% membuat peluang kenaikan suku bunga September melonjak dari sekitar 36% menjadi lebih dari 60%. Namun, penguatan tersebut tidak bertahan karena investor masih mempertanyakan apakah The Fed benar-benar akan menaikkan suku bunga.
Kondisi tersebut menciptakan tarik-menarik pada dolar. Ekspektasi rate hike seharusnya mendukung greenback, tetapi program buyback Treasury dan kekhawatiran mengenai utang AS justru menahan penguatan. Bahkan sejumlah analis menilai dolar berpeluang kembali melemah pada September apabila data ekonomi tidak cukup kuat untuk membenarkan kenaikan suku bunga.
Fokus utama pasar kini beralih ke laporan tenaga kerja AS yang akan dirilis Jumat. Konsensus terbaru memperkirakan Nonfarm Payrolls Agustus bertambah sekitar 55.000 pekerjaan. Data tenaga kerja yang lemah dapat menurunkan kembali ekspektasi rate hike dan memperbesar tekanan terhadap dolar. Sebaliknya, kejutan positif berpotensi memberi greenback momentum penguatan baru.
Analisis Newsmaker: fundamental dolar saat ini berada dalam pertarungan antara Fed hawkish dan tekanan dari kebijakan Treasury. Selama buyback obligasi menjaga kekhawatiran terhadap pelemahan mata uang dan data ekonomi AS belum menunjukkan kekuatan signifikan, ruang penguatan dolar berpotensi terbatas. NFP pekan ini menjadi katalis penting untuk menentukan apakah DXY mampu kembali menembus area 100 atau justru melanjutkan tren pelemahan pada awal September. (arl)
Sumber : Newsmaker.id