
Trending

Minyak
Sumber: Newsmaker.id
Harga minyak menguat untuk sesi ketiga pada perdagangan Rabu (02/09) akibat meningkatnya kekhawatiran terhadap gangguan pasokan melalui Selat Hormuz. Brent naik 1% menjadi US$95,60 per barel setelah melonjak 4,6% pada Selasa, sementara WTI menguat ke US$91,12 per barel.
Kenaikan terjadi setelah Amerika Serikat melancarkan serangan baru terhadap target militer Iran. Presiden Donald Trump menyebut operasi tersebut sebagai balasan atas upaya penebaran ranjau di Hormuz dan serangan terhadap pangkalan AS, serta memperingatkan adanya serangan lanjutan apabila Teheran membalas.
Iran kemudian mengklaim telah menyerang Yordania, Bahrain, dan Kuwait yang menjadi lokasi pangkalan militer AS. Garda Revolusi Iran menyatakan pertempuran baru semakin memperketat akses Hormuz, jalur strategis yang sebelum perang dilewati sekitar seperlima pasokan minyak dan gas alam cair dunia.
Menteri Keuangan AS Scott Bessent membantah Iran menguasai selat tersebut dengan menyebut sekitar 17 juta barel minyak berhasil melewati Hormuz pada Senin. Kenaikan harga turut didukung laporan bahwa persediaan minyak mentah AS turun 2,6 juta barel pekan lalu, yang berpotensi menjadi penurunan pertama dalam lima pekan.
Harga minyak masih berpeluang melanjutkan kenaikan selama ancaman terhadap pelayaran dan infrastruktur energi tetap tinggi. Lonjakan minyak dapat memperbesar tekanan inflasi, meningkatkan ekspektasi kenaikan suku bunga, mendukung dolar AS, serta menekan pasar saham dan emas melalui kenaikan imbal hasil obligasi.