
Trending

Global & Ekonomi
Sumber: Newsmaker.id
Amerika Serikat dan Iran diperkirakan kembali melanjutkan pembicaraan tidak langsung pada awal pekan ini untuk mencari jalan keluar dari konflik yang telah meningkatkan ketegangan di Timur Tengah. Negosiasi akan membahas revisi proposal Iran terkait pembukaan kembali Selat Hormuz.
Selat Hormuz menjadi perhatian utama pasar karena merupakan jalur penting bagi distribusi energi global. Iran sebelumnya menawarkan pembukaan kembali jalur tersebut dengan syarat pengurangan tekanan militer, pencabutan blokade pelabuhan, serta pelonggaran sanksi terhadap sektor minyaknya.
Namun, kesepakatan masih menghadapi hambatan karena kedua pihak memiliki kepentingan berbeda. Amerika Serikat menginginkan kebebasan navigasi internasional, sementara Iran meminta pengurangan tekanan ekonomi dan militer sebelum memberikan konsesi lebih lanjut.
Perkembangan diplomasi ini menjadi faktor penting bagi pasar energi. Kemajuan pembicaraan dapat mengurangi risiko gangguan pasokan dan menekan premi geopolitik minyak, sementara kegagalan negosiasi berpotensi kembali meningkatkan kekhawatiran terhadap pasokan global.
Selain minyak, pasar juga memperhatikan dampaknya terhadap inflasi dan kebijakan Federal Reserve. Harga energi yang tetap tinggi dapat menjaga tekanan inflasi, sehingga memperbesar peluang The Fed mempertahankan kebijakan suku bunga ketat lebih lama.
Analisis Newsmaker:
Pasar global kini menunggu hasil negosiasi AS–Iran sebagai katalis utama. Perubahan situasi di Timur Tengah dapat berdampak langsung terhadap minyak, dolar AS, obligasi, dan aset berisiko lainnya. (asd)