
Trending

Fiskal & Moneter
Sumber: Newsmaker.id
Presiden Federal Reserve Bank of Chicago Austan Goolsbee memperingatkan bahwa inflasi AS yang bertahan di atas target selama sekitar 5,5 tahun merupakan kondisi yang perlu diperhatikan serius. Menurutnya, The Fed mungkin perlu merespons apabila tekanan inflasi akibat gangguan pasokan ternyata berlangsung lebih lama dari perkiraan.
Goolsbee mengatakan The Fed membutuhkan bukti bahwa inflasi benar-benar kembali turun sebelum mempertimbangkan pelonggaran kebijakan. Ia menilai beberapa faktor yang sebelumnya dianggap sementara justru berpotensi menjadi tekanan yang lebih persisten, sehingga bank sentral perlu meninjau kembali pendekatan terhadap supply shock.
Selain harga energi, Goolsbee menyoroti risiko dari investasi AI dan defisit fiskal AS. Ekspektasi terhadap peningkatan produktivitas AI dapat mendorong aktivitas ekonomi terlalu cepat, sementara defisit besar juga memberikan stimulus tambahan yang berpotensi meningkatkan tekanan terhadap ekonomi.
Goolsbee juga memperkirakan harga minyak dapat turun relatif cepat, tetapi pemulihan kapasitas kilang menjadi persoalan yang lebih sulit. Kondisi tersebut dapat membuat tekanan energi bertahan lebih lama dan menjadi tantangan bagi upaya The Fed mengendalikan inflasi.
Analisis Newsmaker:
Pernyataan Goolsbee menunjukkan bahwa inflasi yang bertahan lama menjadi perhatian penting bagi The Fed. Fokus bank sentral bukan hanya pada angka inflasi saat ini, tetapi apakah tekanan dari energi, AI, dan gangguan pasokan mulai menyebar menjadi inflasi yang lebih persisten. Kondisi tersebut dapat memengaruhi ruang The Fed dalam menentukan arah suku bunga berikutnya.
Sumber: Newsmaker.id