
Trending

Fiskal & Moneter
Sumber: Newsmaker.id
Wakil Ketua Federal Reserve Philip Jefferson mengatakan peningkatan fasilitas pinjaman darurat The Fed telah membuat akses likuiditas bagi lembaga keuangan menjadi lebih mudah dan efisien. Menurutnya, perbaikan tersebut membantu menjaga kelancaran pasar serta memperkuat stabilitas sistem keuangan, terutama saat terjadi tekanan di pasar.
Dalam pidatonya pada konferensi pasar Treasury AS di Federal Reserve New York, Jefferson menjelaskan bahwa fasilitas discount window kini menjadi sumber likuiditas yang lebih andal bagi perbankan. Fasilitas tersebut berperan sebagai penyangga ketika pasar mengalami tekanan dengan mengurangi risiko bank harus menjual aset Treasury secara paksa.
The Fed telah melakukan sejumlah pembaruan terhadap fasilitas tersebut dalam beberapa tahun terakhir. Salah satunya adalah portal layanan mandiri baru yang kini menangani sekitar 60% transaksi pinjaman discount window, sehingga bank dapat berkomunikasi secara elektronik dengan Federal Reserve regional tanpa harus melalui proses manual.
Jefferson mengatakan sejumlah bank menilai sistem baru tersebut membuat proses peminjaman dana dari The Fed menjadi lebih cepat, mudah, dan efisien. Menurutnya, perbaikan ini dapat mengurangi keraguan bank dalam menggunakan fasilitas tersebut ketika kondisi keuangan masih sehat sekaligus meningkatkan kepercayaan terhadap sistem perbankan.
Analisis Newsmaker : Pernyataan Jefferson tidak membahas arah kebijakan suku bunga maupun prospek ekonomi AS, tetapi menyoroti kesiapan The Fed dalam menjaga stabilitas pasar keuangan. Fokus utama investor tetap tertuju pada sinyal kebijakan moneter, terutama setelah The Fed mempertahankan sikap ketat terhadap inflasi. (arl)
Sumber: Newsmaker.id