
Trending

Global & Ekonomi
Sumber: Newsmaker.id
Presiden AS Donald Trump dalam pidatonya di Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Selasa (22/9), mengatakan dunia harus tetap bersatu dalam mempertahankan tekanan terhadap Iran. Trump juga menyampaikan bahwa dirinya percaya kesepakatan antara AS dan Iran masih mungkin tercapai setelah pemilu Amerika Serikat.
Trump mengatakan Iran harus segera mengambil langkah menuju kesepakatan dan menegaskan bahwa pemerintahannya akan terus mencegah Iran memperoleh senjata nuklir. Ia juga menyerukan negara-negara lain untuk memberikan tekanan ekonomi terhadap Teheran, dengan menyebut bahwa Iran berada dalam kondisi yang semakin tertekan.
Di sisi energi, Trump menyatakan bahwa aliran minyak melalui Selat Hormuz saat ini justru meningkat dibandingkan sejak awal konflik berlangsung. Pernyataan tersebut muncul di tengah perhatian pasar terhadap jalur perdagangan energi utama dunia yang sebelumnya menjadi sumber kekhawatiran akibat meningkatnya ketegangan di Timur Tengah.
Trump juga mengatakan masih memiliki keputusan penting terkait kebijakan terhadap Iran. Di sisi lain, ia menyebut peluang perubahan besar dapat terjadi dengan cepat apabila tercapai perkembangan diplomasi. Selain isu Iran, Trump turut membahas hubungan AS dengan Kuba serta rencana pembangunan dua pangkalan militer besar di Greenland.
Analisis Newsmaker : Pernyataan Trump memberikan dua sinyal berbeda bagi pasar: tekanan terhadap Iran tetap berlanjut, tetapi peluang diplomasi mulai menjadi perhatian investor. Jika hubungan AS-Iran bergerak menuju negosiasi, risiko gangguan pasokan energi dapat berkurang dan berpotensi menekan premi geopolitik pada harga minyak. Namun, pasar masih akan mencermati perkembangan konkret dari pernyataan tersebut. (arl)
Sumber: Newsmaker.id