
Trending

Fiskal & Moneter
Sumber: Newsmaker.id
Pejabat senior Gedung Putih kembali mengkritik arah kebijakan Federal Reserve setelah sejumlah pejabat bank sentral AS memberikan sinyal bahwa kenaikan suku bunga tambahan masih diperlukan. Direktur National Economic Council (NEC) Kevin Hassett mempertanyakan alasan The Fed memperketat kebijakan moneter di tengah pandangannya bahwa tekanan inflasi mulai mereda.
Hassett menilai keputusan sejumlah pejabat The Fed untuk mendukung kenaikan suku bunga tidak sejalan dengan kondisi ekonomi terbaru. Ia juga menyoroti isu independensi bank sentral dengan menyebut masih adanya perbedaan pandangan antara pejabat yang ditunjuk Presiden Donald Trump dan anggota The Fed yang sudah menjabat sebelumnya.
Pernyataan tersebut muncul setelah seluruh anggota Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC), termasuk Ketua The Fed Kevin Warsh dan Gubernur Michael Barr, mendukung kenaikan suku bunga pada pertemuan sebelumnya. Barr mengatakan kenaikan tambahan kemungkinan masih diperlukan untuk membawa inflasi kembali menuju target 2%, sementara beberapa pejabat lain juga mendukung kebijakan moneter yang lebih ketat.
Dalam proyeksi ekonomi terbaru The Fed, sebanyak 16 dari 18 pejabat memperkirakan masih ada peluang kenaikan suku bunga tambahan sebelum akhir tahun. Hal tersebut memperkuat ekspektasi pasar bahwa bank sentral AS belum sepenuhnya mengakhiri siklus pengetatan moneter.
Perbedaan pandangan antara Gedung Putih dan The Fed kembali menjadi perhatian investor karena menyangkut arah kebijakan ekonomi terbesar dunia. Pasar kini akan mencermati bagaimana The Fed menyeimbangkan risiko inflasi, pertumbuhan ekonomi, dan tekanan politik dalam menentukan langkah kebijakan berikutnya.
Analisis Newsmaker: Komentar Gedung Putih menambah dinamika di tengah perdebatan arah suku bunga AS. Namun, pasar tetap akan fokus pada data inflasi, tenaga kerja, dan komunikasi resmi The Fed untuk menentukan apakah kebijakan pengetatan masih berlanjut atau mulai berubah. (arl)
Sumber : Newsmaker.id