
Trending

Fiskal & Moneter
Sumber: Newsmaker.id
Presiden Federal Reserve Philadelphia Anna Paulson memberikan sinyal bahwa The Fed masih membuka peluang kenaikan suku bunga tambahan apabila tekanan inflasi belum kembali menuju target 2%. Paulson mengatakan keputusan kenaikan suku bunga pada September telah membantu menggeser kebijakan moneter ke posisi yang lebih kuat dalam menghadapi inflasi.
Paulson yang sebelumnya memiliki pandangan lebih dovish, kini menegaskan bahwa bank sentral harus tetap fokus mengendalikan tekanan harga. Ia mengatakan akan mendukung langkah apa pun yang diperlukan untuk membawa inflasi kembali ke level 2%, meskipun ekonomi Amerika Serikat saat ini masih menunjukkan ketahanan.
Menurut Paulson, kondisi inflasi saat ini belum menunjukkan perbaikan yang signifikan. Ia menilai bahwa hal terbaik yang dapat dikatakan mengenai inflasi adalah tekanan harga tidak semakin memburuk, namun inflasi inti masih berada di level tinggi dan membutuhkan perhatian lebih lanjut dari The Fed.
Selain faktor permintaan, Paulson juga menyoroti perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) sebagai salah satu faktor yang dapat meningkatkan tekanan inflasi. Investasi besar-besaran dalam pembangunan infrastruktur AI dinilai ikut mendorong permintaan dan biaya dalam beberapa sektor ekonomi.
Di sisi lain, Paulson melihat perekonomian AS masih cukup kuat dengan adanya tanda-tanda peningkatan momentum pertumbuhan. Namun, perubahan risiko inflasi menjelang keputusan September membuat The Fed perlu mempertahankan sikap hati-hati terhadap kebijakan suku bunga.
Analisis Newsmaker : Komentar Anna Paulson memperkuat pesan sejumlah pejabat The Fed bahwa perjuangan melawan inflasi belum selesai. Pasar kini semakin memperhitungkan kemungkinan kebijakan moneter yang tetap ketat lebih lama, terutama jika data ekonomi AS masih menunjukkan pertumbuhan kuat dan tekanan harga belum mereda.
Sumber: Newsmaker.id