
Trending

Fiskal & Moneter
Sumber: Newsmaker.id
Presiden Federal Reserve Richmond Tom Barkin memperingatkan bahwa tekanan inflasi AS berpotensi membutuhkan waktu lebih lama untuk mereda. Menurut Barkin, meskipun kenaikan suku bunga The Fed pekan lalu dapat membantu menekan inflasi, masih terdapat risiko bahwa tekanan harga yang tinggi dapat tertanam lebih lama dalam perekonomian.
Dalam pidatonya di Baltimore pada Selasa (22/9), Barkin mengatakan gangguan pasokan yang sebelumnya dianggap sementara kini mulai menunjukkan dampak yang lebih berkepanjangan. Ia menilai tekanan harga mungkin akan mereda seiring waktu, tetapi proses tersebut tidak akan berlangsung cepat. “Ada risiko bahwa tingkat inflasi saat ini dapat memengaruhi ekspektasi inflasi di masa depan,” ujar Barkin.
The Fed pekan lalu secara bulat menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin ke kisaran 3,75%-4,00%, menjadi kenaikan pertama dalam lebih dari tiga tahun. Pejabat The Fed juga memperkirakan masih ada kemungkinan satu kali kenaikan tambahan sebelum akhir tahun, karena inflasi belum kembali ke target 2% selama lebih dari lima tahun.
Barkin mengatakan arah kebijakan selanjutnya masih bergantung pada perkembangan ekonomi. Ia menyebut terdapat dua kemungkinan skenario, yaitu inflasi dapat turun dengan cepat apabila tekanan pasokan mulai mereda, atau inflasi justru bertahan lebih lama akibat munculnya tekanan biaya baru dan kuatnya permintaan ekonomi.
Di sisi lain, Barkin tetap melihat kondisi ekonomi AS cukup solid. Ia mengatakan pasar tenaga kerja masih berada dalam kondisi baik dan sejumlah pelaku bisnis bahkan melihat aktivitas ekonomi mulai menguat. Namun, ia menegaskan The Fed tetap berkomitmen membawa inflasi kembali secara berkelanjutan menuju target 2%.
Analisis Newsmaker : Pernyataan Barkin memperkuat pesan bahwa The Fed belum sepenuhnya yakin inflasi akan turun secara cepat. Sikap hati-hati para pejabat The Fed dapat menjaga ekspektasi suku bunga tetap tinggi, yang berpotensi mendukung dolar AS dan memberikan tekanan bagi aset tanpa imbal hasil seperti emas. (arl)
Sumber: Newsmaker.id