
Trending

Fiskal & Moneter
Sumber: Newsmaker.id
NEWSMAKER — Harga emas bergerak melemah setelah Presiden Federal Reserve Bank of Chicago Austan Goolsbee memberikan sinyal bahwa perjuangan The Fed dalam mengendalikan inflasi masih belum selesai. Dalam pidatonya di forum OMFIF London, Goolsbee menyoroti bahwa tekanan inflasi Amerika Serikat masih perlu mendapat perhatian, terutama karena kuatnya permintaan domestik yang berpotensi menjaga kenaikan harga tetap tinggi.
Goolsbee mengatakan bahwa sejumlah faktor seperti tarif, harga energi, dan gangguan pasokan memang menjadi perhatian, namun bank sentral perlu memastikan bahwa inflasi benar-benar bergerak menuju target 2%. Ia juga menilai kekuatan ekonomi AS, termasuk investasi besar pada sektor teknologi dan kecerdasan buatan (AI), dapat meningkatkan permintaan hingga berpotensi menambah tekanan inflasi.
Komentar tersebut membuat pasar kembali memperhitungkan kemungkinan kebijakan moneter The Fed tetap ketat dalam waktu lebih lama. Jika inflasi belum menunjukkan penurunan yang meyakinkan, peluang suku bunga bertahan di level tinggi atau adanya pengetatan tambahan dapat meningkat. Kondisi ini biasanya mendukung dolar AS dan mendorong kenaikan imbal hasil obligasi Pemerintah AS.
Bagi pasar emas, sinyal hawkish dari pejabat The Fed menjadi tekanan karena kenaikan yield dan dolar meningkatkan biaya peluang memegang aset tanpa imbal hasil seperti emas. Namun, investor tetap akan mencermati data ekonomi AS berikutnya, terutama inflasi dan pasar tenaga kerja, sebagai penentu arah kebijakan The Fed selanjutnya. Jika data menunjukkan pelemahan ekonomi, ekspektasi pelonggaran kebijakan dapat kembali memberi dukungan bagi harga emas.(CP)