
Trending

Global & Ekonomi
Sumber: Newsmaker.id
Kelompok Houthi di Yaman menyatakan akan melanjutkan serangan terhadap bandara dan fasilitas minyak di Arab Saudi. Ancaman tersebut disampaikan pada Rabu (15/10), sehari setelah serangan yang dilaporkan menyebabkan kerusakan cukup besar di kantor pusat perusahaan minyak Saudi Aramco di Dhahran.
Houthi menyebut lokasi yang menjadi sasaran merupakan sasaran militer yang sah. Kelompok tersebut juga mengatakan serangan dilakukan sebagai bentuk penyelamatan atas serangan udara yang dilancarkan Arab Saudi terhadap wilayah Yaman.
Sementara itu, ketegangan juga meningkat antara Iran dan Amerika Serikat. Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengatakan telah menyerang sejumlah kapal yang dinilai bertujuan yang memberlakukan Iran di wilayah tersebut.
Juru bicara IRGC, Brigadir Jenderal Hossein Mohebbi, mengatakan tindakan tersebut dilakukan sebagai respons terhadap pelanggaran komitmen Amerika Serikat. Menurutnya, AS telah dua kali melancarkan serangan selama proses negosiasi dan kembali membatalkan kesepakatan setelah penandatanganan Nota Kesepahaman pada bulan Juni.
Perkembangan tersebut berdampak terhadap keamanan kawasan Timur Tengah, terutama karena konflik yang melibatkan strategi infrastruktur energi dan jalur pelayaran. Ancaman berulang kali menggunakan fasilitas minyak Saudi serta aktivitas di sekitar jalur perdagangan energi yang berpotensi menjadi perhatian utama pasar global. (asd)
Sumber: Newsmaker.id