
Trending

Fiskal & Moneter
Sumber: Newsmaker.id
Gubernur Federal Reserve (The Fed) Michael Barr mengatakan kebijakan moneter AS masih perlu disesuaikan karena tekanan inflasi belum menunjukkan jalur yang jelas untuk kembali ke target 2%. Ia menilai penyesuaian kebijakan lebih lanjut kemungkinan masih diperlukan, sementara risiko terhadap pencapaian target inflasi meningkat.
Di sisi lain, Barr melihat kondisi ekonomi AS masih cukup solid. Pertumbuhan ekonomi diperkirakan kembali menguat setelah sebelumnya berada di sekitar 2%, didukung oleh investasi bisnis dan konsumsi masyarakat. Kondisi pasar tenaga kerja juga dinilai masih kuat, sehingga tekanan terhadap ekonomi belum menjadi alasan utama untuk melonggarkan kebijakan.
Pernyataan Barr turut memperkuat ekspektasi pasar terhadap potensi kenaikan suku bunga berikutnya. Pasar kini memperkirakan peluang kenaikan suku bunga The Fed pada pertemuan Oktober berada di sekitar 66%, sementara peluang kenaikan pada Desember mencapai sekitar 94%.
Barr juga menyoroti perkembangan kecerdasan buatan (AI) yang berpotensi meningkatkan produktivitas dan aktivitas ekonomi AS dalam beberapa tahun mendatang. Namun, ia memperingatkan bahwa perkembangan AI juga dapat menimbulkan gangguan jangka pendek terhadap pasar tenaga kerja sebelum manfaat produktivitasnya terasa lebih luas.
Analisis Newsmaker:
Pernyataan Barr memperlihatkan bahwa fokus The Fed masih tertuju pada pengendalian inflasi, sementara kekuatan ekonomi dan pasar tenaga kerja memberikan ruang untuk mempertahankan kebijakan ketat. Bagi pasar, kombinasi inflasi yang sulit turun dan ekonomi yang tetap solid dapat menjaga tekanan terhadap aset berisiko serta mempertahankan ekspektasi suku bunga tinggi.
Sumber: Newsmaker.id