
Trending

Global & Ekonomi
Sumber: Newsmaker.id
Data awal menunjukkan payroll swasta AS meningkat rata-rata 24.750 pekerjaan per minggu dalam periode empat minggu hingga 26 September. Angka tersebut menjadi sinyal bahwa pasar tenaga kerja AS masih cukup solid, meskipun investor tetap mencermati apakah pertumbuhan pekerjaan mulai kehilangan momentum.
Jika dihitung secara sederhana, rata-rata tersebut setara dengan sekitar 99.000 pekerjaan selama periode empat minggu. Sebelumnya, ADP melaporkan pertumbuhan payroll swasta sebesar 90.000 pekerjaan pada September. Data terbaru ini menunjukkan bahwa permintaan tenaga kerja masih bertahan di tengah berbagai tekanan terhadap perekonomian AS.
Kondisi pasar tenaga kerja menjadi penting karena The Fed sedang berusaha menyeimbangkan dua hal, yaitu mengendalikan inflasi tanpa terlalu menekan perekonomian. Jika tenaga kerja tetap kuat, tekanan upah dan konsumsi berpotensi bertahan sehingga inflasi lebih sulit turun. Situasi tersebut dapat membuat The Fed lebih berhati-hati dalam melonggarkan kebijakan moneternya.
Bagi pasar, data ini juga menjadi salah satu potongan puzzle menjelang rilis CPI AS. Jika pasar tenaga kerja kuat dan inflasi ternyata kembali tinggi, ekspektasi suku bunga lebih tinggi dapat meningkat. Kondisi tersebut berpotensi mendukung Dolar dan yield Treasury, sekaligus memberikan tekanan terhadap aset yang sensitif terhadap suku bunga seperti Gold dan aset berisiko.
Newsmaker melihat, data payroll swasta ini belum cukup untuk menentukan arah kebijakan The Fed, tetapi memberikan sinyal bahwa pasar tenaga kerja AS belum benar-benar melemah. Fokus berikutnya akan tertuju pada CPI. Kombinasi tenaga kerja kuat + inflasi tinggi berpotensi menjadi skenario yang paling hawkish bagi pasar, sementara tenaga kerja melemah + inflasi mereda dapat membuka ruang bagi ekspektasi kebijakan yang lebih longgar.
Sumber: Newsmaker.id