Nikkei Memasuki Pasar Lesu Sementara Ishiba Berupaya Menawar Tarif
Indeks Nikei 225 Stock Average Jepang merosot ke pasar lesu karena kekhawatiran akan meluasnya perang dagang, sementara pemerintah berupaya menyusun kesepakatan luas untuk bernegosiasi dengan Washington terkait tarif AS.
Indeks saham blue-chip ditutup turun 7,8% pada hari Senin (7/4), mencatat kerugian dari puncaknya di bulan Desember menjadi 23%. Indeks Topix yang lebih luas juga merosot, dengan perusahaan produsen elektronik dan perbankan membebani indeks tersebut karena prospek ekonomi Jepang yang suram.
Ini adalah pertama kalinya Nikkei memasuki pasar lesu sejak Agustus, ketika kenaikan suku bunga yang tak terduga oleh Bank of Japan memicu kejatuhan pasar yang meluas.
Perdana Menteri Shigeru Ishiba mengatakan kepada parlemen bahwa ia akan mendesak Presiden Donald Trump untuk membatalkan rencana pungutan AS atas impor Jepang, pertama-tama dengan mengadakan panggilan telepon dengan presiden.
Langkah tersebut dilakukan setelah Trump memberi isyarat bahwa ia tidak berencana untuk mencabut tarif yang telah mengguncang pasar keuangan di seluruh dunia. "Kita harus menegaskan bahwa negara kita tidak melakukan hal yang tidak adil," kata Ishiba.
Sementara Tokyo tengah berupaya keras untuk mengoordinasikan responsnya setelah terkejut oleh langkah Washington untuk mengenakan tarif sebesar 24% atas barang-barangnya yang berlaku mulai 9 April.
Indeks saham utamanya telah tertinggal dari semua indeks utama Asia lainnya bulan ini karena keputusan Beijing untuk mengenakan pungutan yang sepadan atas barang-barang Amerika memicu kekhawatiran akan meningkatnya perang dagang.(yds)
Sumber: Bloomberg