Dolar Pulih Tipis, CPI Jadi Fokus Berikutnya
Dolar AS bergerak menguat tipis pada perdagangan Senin setelah sebelumnya menyentuh level terendah dalam tujuh minggu. Indeks dolar DXY naik sekitar 0,1% ke 99,675 setelah sempat turun ke 99,403 pada Jumat.
Tekanan terhadap dolar sebelumnya datang dari data Nonfarm Payrolls AS yang mengecewakan. Jumlah pekerjaan turun 23 ribu pada Juli, meskipun tingkat pengangguran ikut turun menjadi 4,1%.
Data tenaga kerja yang lebih lemah membuat pasar menilai The Fed tidak perlu terburu-buru menaikkan suku bunga dalam waktu dekat. Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan dolar masih kesulitan mencatat pemulihan yang lebih kuat.
Fokus investor kini beralih ke data inflasi AS yang akan dirilis Rabu. Data CPI akan menjadi petunjuk penting untuk melihat apakah tekanan harga masih cukup tinggi untuk mendorong The Fed kembali mempertimbangkan kenaikan suku bunga.
Ketegangan Timur Tengah juga masih menjadi perhatian. Iran kembali mengajukan sejumlah syarat berat sebelum Selat Hormuz dibuka penuh, sementara Uni Emirat Arab melaporkan adanya serangan rudal Iran terhadap salah satu kapalnya.(mrv)*
Sumber : Newsmaker.id