Bitcoin Bertahan Kuat, $67.000 Jadi Target?
Bitcoin masih bertahan di sekitar US$65.198 pada perdagangan Eropa Senin (10/8). BTC hari ini bergerak di kisaran US$64.756–US$65.348, menunjukkan harga masih mencoba mempertahankan area US$65.000 setelah mendapat dorongan dari pelemahan data tenaga kerja AS pekan lalu.
Fundamental utama masih datang dari NFP Juli yang turun 23 ribu pekerjaan dan revisi data dua bulan sebelumnya yang lebih rendah. Kondisi tersebut membuat pasar memangkas peluang kenaikan suku bunga The Fed pada September menjadi sekitar 44%, dari 67% sepekan sebelumnya. Dolar dan yield Treasury juga tetap berada di bawah tekanan.
Fokus Bitcoin sekarang beralih ke CPI AS pada Rabu, 12 Agustus. Pasar memperkirakan inflasi Juli sekitar 3,4% secara tahunan. Jika inflasi lebih rendah dari perkiraan, peluang kenaikan suku bunga dapat kembali turun dan memberi dukungan tambahan bagi Bitcoin serta aset berisiko. Sebaliknya, CPI yang panas berpotensi menghidupkan kembali tekanan dari The Fed.
Risiko dari Timur Tengah juga belum hilang. Iran mengatakan kesepakatan jalur pelayaran dengan Oman sudah mendekati tahap akhir, tetapi pembukaan penuh Selat Hormuz masih bergantung pada konsesi dari Amerika Serikat. Brent masih berada di sekitar US$83–US$84 per barel, sehingga risiko inflasi energi tetap menjadi perhatian pasar.
Pergerakan altcoin saat ini masih beragam. Ethereum berada di sekitar US$1.625, XRP US$1,059, Solana US$77,97, Cardano US$0,197, dan Dogecoin sekitar US$0,070. Kondisi tersebut menunjukkan reli belum menyebar kuat ke seluruh pasar kripto dan Bitcoin masih menjadi fokus utama investor.
Analisis Newsmaker: Bitcoin masih memiliki momentum positif selama mampu bertahan di atas US$65.000. Penembusan area tertinggi hari ini sekitar US$65.350 dapat membuka peluang menuju US$66.000–US$67.000. Namun, kegagalan mempertahankan US$65.000 dapat membawa BTC kembali menguji US$64.750. CPI AS kini menjadi katalis utama berikutnya yang berpotensi menentukan apakah Bitcoin benar-benar breakout atau kembali masuk fase konsolidasi. (arl)
Sumber: Newsmaker.id