Nikkei Melemah 0,81%
Bursa saham Jepang ditutup ditutup pada perdagangan Rabu, dengan indeks Nikkei 225 turun 0,81% di Tokyo. Pelemahan ini terjadi setelah tekanan penjualan melanda sejumlah sektor utama, terutama sektor kertas dan pulp, transportasi, serta komunikasi.
Pergerakan pasar menunjukkan sentimen investor masih berhati-hati. Saham-saham yang melemah lebih banyak dibandingkan yang menguat di Bursa Efek Tokyo, dengan 1.810 saham turun, 1.681 saham naik, dan 261 saham bergerak stagnan.
Meski indeks utama melemah, beberapa saham tetap mencatatkan kinerja positif. Sharp Corp menjadi saham dengan penguatan terbesar di Nikkei 225 setelah melonjak 15,14% ke level 665,50 yen. Panasonic juga naik 5,30% menjadi 4.454 yen, sementara Sapporo Holdings menguat 4,21% menjadi 1.954,50 yen.
Peningkatan Panasonic bahkan membawa saham tersebut menyentuh level tertinggi sepanjang masa. Sementara itu, saham Sapporo Holdings berhasil mencapai level tertinggi dalam lima tahun, menunjukkan masih adanya minat beli pada emiten tertentu meskipun pasar secara umum tertekan.
Di sisi lain, T&D Holdings menjadi saham dengan pelemahan terdalam setelah turun 5,74% ke 4.627 yen. Dai-ichi Life Holdings melemah 4,64% menjadi 1.728 yen, sementara Nippon Express Holdings turun 4,50% menjadi 4.965 yen.
Tekanan di pasar Jepang juga terjadi di tengah pelemahan harga komoditas global. Minyak mentah WTI untuk pengiriman Agustus turun 1,11% ke US$72,40 per barel, sementara Brent melemah 1,03% ke US$76,01 per barel. Harga emas berjangka Agustus juga turun 1,06% menjadi US$4.105,55 per troy ounce, mencerminkan tekanan yang masih terasa di berbagai aset global.(asd)
Sumber: Newsmaker.id