• Fri, Mar 13, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

13 March 2026 09:49  |

Hang Seng Turun, Risiko Energi dan Inflasi Kembali Membebani Sentimen

Saham Hong Kong melemah pada perdagangan Jumat pagi, memperpanjang penurunan mereka menjadi tiga sesi berturut-turut setelah penurunan Wall Street semalam. Indeks Hang Seng turun 225 poin, atau 0,9%, menjadi 25.495, dan berada di jalur penurunan mingguan kedua berturut-turut, turun sekitar 1,0% sejauh minggu ini.

Tekanan sentimen berasal dari konflik AS-Iran yang meningkat, yang telah memasuki hari ke-14, di tengah pernyataan Teheran bahwa mereka akan menjaga agar kelebihan pasokan minyak global tetap tertutup. Pasar percaya bahwa risiko gangguan pasokan energi dapat memperpanjang tekanan harga minyak, memperburuk kekhawatiran inflasi, dan meningkatkan risiko pengetatan kondisi keuangan yang biasanya tidak ramah terhadap aset berisiko.

Di China, saham sedikit turun setelah dua sesi kenaikan, dengan investor mempertahankan posisi menjelang rilis data aktivitas Januari-Februari minggu depan, termasuk produksi industri, penjualan ritel, dan survei tingkat pengangguran. Antisipasi data ini sangat penting untuk menilai kekuatan permintaan domestik dan arah pemulihan, terutama karena sentimen global dikaburkan oleh ketidakpastian geopolitik dan energi.

Meskipun melemah, penurunan tersebut dilaporkan terkendali oleh pandangan bahwa sebagian besar risiko makro telah tercermin dalam harga, mendorong beberapa investor untuk terus mengakumulasi saham yang undervalued. Namun, tekanan jual meluas di seluruh sektor di Hong Kong, menunjukkan bahwa selera risiko belum sepenuhnya pulih.

Di antara saham-saham yang mengalami penurunan dalam indeks, Orient Overseas turun 7,2%, SenseTime turun 5,2%, Cathay Pacific turun 3,1%, Zijin Gold International turun 2,6%, dan SMIC turun 1,7%. Penurunan ini menunjukkan bahwa investor cenderung mengurangi eksposur terhadap saham-saham yang sensitif terhadap siklus global, perdagangan, dan sentimen teknologi.

Ke depan, pasar Hong Kong akan memantau dua saluran utama: perkembangan konflik dan implikasinya terhadap harga energi dan inflasi, serta rilis data ekonomi Tiongkok minggu depan, yang berpotensi mengubah penilaian prospek permintaan dan kebijakan. (asd)

Sumber: Newsmaker.id

Related News

HANGSENG

Hang Seng Terkoreksi 1,4%, Tencent Menekan Indeks

Indeks Hang Seng ditutup turun 1,4% ke 26.544,85 di Hong Kong—penurunan harian terbesar sejak 31 Juli (-1,6%)—setelah ses...

18 September 2025 15:15
HANGSENG

Hang Seng Turun 0,6% Tertekan Reli Minyak dan Isu Perdaganga...

Saham Hong Kong melemah pada perdagangan Kamis pagi, dengan Hang Seng turun 160 poin atau 0,6% ke 25.737, memperpanjang penur...

12 March 2026 09:34
HANGSENG

Hang Seng Berakhir 0,4% Lebih Tinggi Ditengah sentimen posit...

Hang Seng meningkat 87 poin atau 0,4% hingga ditutup pada level 19.664 pada hari Selasa(19/11), menandai sesi kedua kenaikann...

19 November 2024 15:25
HANGSENG

Hang Seng Berakhir di Level Tertinggi Hampir 3 Bulan di Teng...

Hang Seng melonjak 389 poin atau 1,6% hingga ditutup pada level 24.181 pada hari Senin, pulih dari kerugian pada sesi sebelum...

9 June 2025 15:51
BIAS23.com NM23 Ai