Hang Seng Anjlok, Shock Inflasi Energi Picu Risk-off Asia
Saham Hong Kong dibuka melemah tajam pada Senin(9/3) pagi. Indeks Hang Seng anjlok 705 poin atau 2,7% ke 25.058, membalikkan penguatan sesi sebelumnya setelah futures indeks AS melemah dan bursa regional ikut terkoreksi di tengah guncangan inflasi akibat lonjakan harga minyak.
Lonjakan biaya energi memicu kekhawatiran biaya hidup yang lebih tinggi dan meningkatkan risiko kebijakan moneter tetap ketat—bahkan membuka ruang kenaikan suku bunga di sejumlah negara. Sentimen risk-off pun menguat karena pasar menilai shock energi dapat menahan pemulihan ekonomi dan memperpanjang tekanan inflasi.
Dari sisi geopolitik, Iran menunjuk Mojtaba Khamenei sebagai Pemimpin Tertinggi setelah wafatnya ayahnya. Langkah ini dinilai menegaskan kelompok garis keras tetap dominan, dan disebut memicu respons keras dari Presiden Trump yang menilai perkembangan tersebut “tidak dapat diterima,” mempertebal ketidakpastian di kawasan.
Di Tiongkok, ekuitas turun lebih dari 1%, memutus reli dua hari, seiring deflasi produsen yang berlanjut kembali menyorot lemahnya permintaan. Pelaku pasar relatif mengabaikan data CPI yang naik ke level tertinggi tiga tahun 1,3%, yang dinilai lebih dipicu faktor musiman seperti perjalanan dan belanja Tahun Baru Imlek. Di Hong Kong, pelemahan bersifat luas, dipimpin MMG (-7,5%), Swire Properties (-7,1%), Sun Hung Kai Properties (-6,7%), Cathay Pacific (-6,6%), dan AIA Group (-5,7%).(alg)
Sumber: Newsmaker.id