S&P 500 Capai Rekor Setelah Pedagang Abaikan Sinyal The Fed
Saham AS ditutup pada level tertinggi sepanjang masa pada hari Rabu (19/2) karena pedagang mengabaikan sinyal bahwa Federal Reserve tidak terburu-buru memangkas suku bunga.
Sama seperti sesi sebelumnya, ekuitas memperoleh daya tarik dalam rentang perdagangan terakhir. Itu terjadi setelah risalah Fed hanya menegaskan kembali sikap hati-hati para pembuat kebijakan AS di tengah kekuatan ekonomi dan inflasi yang membandel. Obligasi pemerintah menguat karena para pejabat juga membahas penghentian atau pelambatan limpasan neraca hingga drama plafon utang teratasi.
S&P 500 naik 0,2%. Nasdaq 100 goyah. Dow Jones Industrial Average naik 0,2%
Sebagai tanda kehati-hatian, industri defensif mengungguli. Saham komputasi kuantum melonjak karena chip baru Microsoft Corp. Pembangun rumah terpukul setelah hasil dari Toll Brothers Inc. dan data konstruksi utama mengindikasikan pasar real estat perumahan mungkin akan mengalami lebih banyak turbulensi.
Imbal hasil obligasi pemerintah 10 tahun turun dua basis poin menjadi 4,53%. Indeks Bloomberg Dollar Spot naik 0,2%. (Arl)
Sumber : Bloomberg