Wall Street Menguat, SpaceX dan Harapan Damai Iran Jadi Penopang
Bursa saham AS ditutup menguat pada Jumat (12/6) setelah investor menyambut harapan kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran, serta debut besar SpaceX di Nasdaq. Sentimen pasar membaik setelah seorang pejabat senior AS mengatakan draf proposal sudah tersedia dan disukai oleh kedua pihak, meski Presiden Donald Trump sebelumnya beberapa kali menyebut kesepakatan Iran sudah dekat namun belum terealisasi.
Berdasarkan data awal, S&P 500 naik 0,51% ke 7.431,83, Nasdaq Composite menguat 0,30% ke 25.887,43, sementara Dow Jones Industrial Average naik 0,71% ke 51.208,20. Kenaikan ini menunjukkan investor mulai kembali mengambil risiko setelah beberapa sesi sebelumnya pasar tertekan oleh konflik Timur Tengah, inflasi, dan koreksi sektor teknologi.
Perhatian utama pasar tertuju pada SpaceX, yang mulai diperdagangkan di Nasdaq pada Jumat. Saham perusahaan milik Elon Musk itu naik di atas harga IPO US$135 per saham, sehingga valuasinya menembus US$2 triliun dan menjadikannya salah satu perusahaan publik terbesar di AS. Debut ini juga menjadi pencatatan publik terbesar dalam sejarah Wall Street.
Namun, euforia SpaceX tidak sepenuhnya mengangkat saham luar angkasa lain. Saham Rocket Lab, Intuitive Machines, dan Planet Labs melemah setelah sebelumnya naik tajam menjelang IPO SpaceX. Pergerakan ini menunjukkan sebagian investor melakukan aksi ambil untung setelah sektor tersebut lebih dulu menguat dalam beberapa pekan terakhir.
Dari sisi makro, investor mulai mengalihkan fokus ke pertemuan kebijakan Federal Reserve pekan depan, yang akan menjadi pertemuan pertama di bawah kepemimpinan Kevin Warsh. Pasar masih menimbang dampak inflasi dan suku bunga, terutama setelah arus keluar dana dari ekuitas AS muncul untuk pertama kalinya dalam tiga pekan dan indeks teknologi sempat masuk fase koreksi awal pekan ini.
Secara keseluruhan, penguatan Wall Street ditopang oleh kombinasi harapan damai AS–Iran dan antusiasme terhadap IPO SpaceX. Namun, risiko belum sepenuhnya hilang. Pasar masih harus memantau apakah kesepakatan Iran benar-benar tercapai, bagaimana arah kebijakan The Fed, serta apakah valuasi tinggi di sektor teknologi dan AI masih bisa dipertahankan setelah euforia IPO mereda.(arl)*
Sumber: Newsmaker.id