• Sat, Jun 13, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

13 June 2026 03:33  |

Dolar Stabil, Tapi Sentimen Mulai Berubah

Dolar AS bergerak stabil pada Jumat (12/6), tetapi masih berada di jalur pelemahan mingguan kedua dalam tiga pekan terakhir. Tekanan muncul karena pasar semakin optimistis bahwa kesepakatan sementara AS–Iran bisa ditandatangani dalam beberapa hari ke depan dan membuka kembali Selat Hormuz.

Indeks Spot Dolar Bloomberg bergerak datar setelah sempat naik 0,2% pada awal sesi. Sebagian besar mata uang G-10 melemah terhadap dolar, dengan krona Swedia menjadi satu-satunya yang menguat. Sementara itu, yield Treasury AS tenor 10 tahun naik 2 bps ke 4,48%, memberi sedikit dukungan bagi dolar.

Sentimen pasar membaik setelah pejabat senior pemerintahan Trump menyebut peluang kesepakatan ditandatangani dalam waktu dekat berada di kisaran 80%–85%, meski sebagian kelompok garis keras Iran masih berpotensi menghambat proses. Jika kesepakatan tercapai dan Hormuz kembali dibuka, tekanan terhadap harga energi dapat mereda dan permintaan terhadap dolar sebagai aset aman ikut berkurang.

Dari sisi data, sentimen konsumen AS naik pada awal Juni untuk pertama kalinya dalam empat bulan, dibantu oleh penurunan harga bensin. Namun, pasar tetap mencermati ekspektasi inflasi dan arah kebijakan The Fed, terutama karena harga energi masih sensitif terhadap perkembangan Timur Tengah.

Di pasar FX utama, USD/JPY naik 0,18% ke 160,21, kembali mendekati area sensitif intervensi Jepang. Data CFTC menunjukkan leveraged funds meningkatkan posisi bearish terhadap yen ke level tertinggi sejak 2017, sementara posisi bullish terhadap dolar naik ke US$27,8 miliar, tertinggi dalam lebih dari satu tahun.

EUR/USD turun tipis 0,1% ke 1,1569, setelah memangkas pelemahan sebelumnya. Euro masih dipengaruhi sinyal ECB, dengan pejabat Joachim Nagel menyatakan bank sentral siap menaikkan suku bunga lagi bulan depan jika dampak perang Timur Tengah memperburuk inflasi. Untuk saat ini, arah dolar akan bergantung pada konfirmasi deal AS–Iran, harga minyak, ekspektasi The Fed, dan risiko intervensi di yen.(arl)*

Sumber: Newsmaker.id

Related News

US DOLLAR

Dollar Sedikit Melemah Setelah Pulih

Dolar memangkas kenaikan hari Senin (12/05), dengan para pedagang tidak yakin bahwa lonjakannya baru-baru ini di balik mereda...

13 May 2025 15:52
US DOLLAR

Dolar Nunggu Sinyal The Fed

Indeks dolar (DXY) bergerak stabil di atas 98 pada Rabu, tapi masih bertahan dekat level terendah dalam lebih dari dua bulan....

17 December 2025 09:14
US DOLLAR

Dolar AS Tutup Tahun Terbaik Sejak 2015 dengan Bias Bullish

Dolar membukukan penurunan moderat pada hari terakhir tahun ini, yang terbaik dalam hampir satu dekade, karena opsi jangka pa...

31 December 2024 17:05
US DOLLAR

Dolar Terus Turun

Indeks dolar jatuh ke 100,3 pada hari Rabu (14/5), semakin merosot dari level tertinggi satu bulan yang dicapai pada hari Sen...

14 May 2025 17:16
BIAS23.com BIAS23.com NM23 Ai