Debasement Trade Bangkit, Gold Jadi Buruan
Harga emas kembali rebound pada perdagangan Kamis (20/8) dan bergerak di sekitar US$4.530 per troy ons, mempertahankan reli tajam dari sesi sebelumnya sekaligus berada di level tertinggi sejak Juni. Penguatan gold masih ditopang oleh pelemahan dolar AS dan turunnya yield Treasury setelah pemerintah AS meningkatkan intervensi di pasar obligasi.
Departemen Keuangan AS setidaknya menggandakan program buyback surat utang pemerintah untuk kuartal keuangan berikutnya. Langkah tersebut menjadi upaya terbaru Washington untuk meredam lonjakan yield pada obligasi jangka panjang setelah biaya pinjaman AS meningkat tajam dalam beberapa pekan terakhir.
Tekanan terhadap yield sebelumnya juga mendorong Menteri Keuangan Scott Bessent meminta peningkatan kapasitas fasilitas FIMA milik Federal Reserve. Jika biaya pinjaman jangka panjang dapat ditekan, daya tarik obligasi terhadap emas ikut berkurang karena gold tidak memberikan bunga atau kupon kepada pemegangnya.
Kebijakan Treasury tersebut juga kembali menghidupkan narasi debasement trade, yakni ketika investor mencari aset seperti emas sebagai perlindungan terhadap risiko penurunan daya beli dolar. Kekhawatiran muncul karena pemerintah AS diperkirakan masih menghadapi kebutuhan belanja dan pembiayaan defisit yang besar, sementara pada saat yang sama berupaya menahan biaya pinjaman.
Kombinasi defisit fiskal yang tinggi, peningkatan utang pemerintah, pelemahan dolar, dan upaya menekan yield membuat emas semakin dilihat sebagai instrumen lindung nilai terhadap risiko penurunan nilai mata uang. Kondisi tersebut membantu gold mempertahankan momentum meskipun harga telah mencatat kenaikan tajam dalam beberapa sesi terakhir.
Analisis Newsmaker: momentum gold masih cenderung bullish selama yield Treasury tetap turun dan dolar AS berada dalam tekanan. Bertahannya harga di sekitar US$4.530 menunjukkan buyer masih cukup kuat setelah breakout sebelumnya. Namun, setelah reli besar, risiko profit taking tetap perlu diwaspadai. Jika sentimen debasement trade terus menguat dan yield tidak kembali melonjak, gold berpeluang mempertahankan tren naik menuju level yang lebih tinggi. (arl)
Sumber : Newsmaker.id