Wall Street Menguat, Penurunan Yield Imbangi Tekanan Sektor Teknologi
Wall Street bergerak mayoritas menguat pada perdagangan Rabu (19/8) setelah penurunan yield Treasury AS membantu menopang sentimen pasar. S&P 500 naik sekitar 0,3% ke 7.717,84, Nasdaq Composite menguat 0,2% ke 26.347,78, sementara Dow Jones bertambah 0,2% ke 53.453,94.
Sentimen positif terutama datang dari pasar obligasi setelah Departemen Keuangan AS mengumumkan akan menggandakan operasi buyback untuk Treasury tenor panjang. Mulai 9 September, ukuran pembelian kembali untuk surat utang tenor 10–20 tahun dan 20–30 tahun akan dinaikkan dari US$2 miliar menjadi US$4 miliar per operasi, membantu menekan yield 30 tahun dari level tertinggi hampir dua dekade.
Meski demikian, saham teknologi masih bergerak relatif terbatas. Marvell Technology menguat setelah mengumumkan kerja sama dengan Google milik Alphabet untuk mengembangkan produk semikonduktor khusus, namun kenaikan tersebut belum mampu mengangkat sektor chip secara keseluruhan. Philadelphia Semiconductor Index masih bergerak cenderung datar.
Pasar juga mencermati risalah FOMC Juli yang menunjukkan banyak pejabat Federal Reserve masih melihat kemungkinan kenaikan suku bunga apabila inflasi tidak turun. Pada pertemuan tersebut, mayoritas pejabat memilih mempertahankan suku bunga, sementara tiga presiden Fed regional mendukung kenaikan.
Risalah tersebut juga menunjukkan kekhawatiran inflasi masih cukup tinggi. Sejumlah pejabat menilai eskalasi konflik Timur Tengah dapat memperpanjang gangguan rantai pasok dan mendorong tekanan harga, sehingga risiko inflasi masih condong ke sisi atas meskipun data ekonomi terbaru menunjukkan tanda-tanda pelemahan.
Analisis Newsmaker: Wall Street saat ini mendapat dukungan dari turunnya yield Treasury, tetapi ruang penguatan masih dibatasi oleh nada FOMC yang relatif hawkish. Jika yield terus turun, saham teknologi berpeluang mendapat ruang rebound lebih besar. Namun, apabila pasar kembali memperhitungkan kenaikan suku bunga akibat risiko inflasi energi, tekanan terhadap Nasdaq dan saham growth dapat kembali meningkat.(yds)
Sumber: Newsmaker.id