Dolar Jatuh Terendah 3 Bulan, Buyback Treasury Tekan Yield
Dolar AS melemah tajam pada perdagangan Rabu (19/8) dan sempat menyentuh level terendah dalam lebih dari tiga bulan setelah yield Treasury turun menyusul intervensi Departemen Keuangan AS di pasar obligasi. Dollar Index (DXY) turun sekitar 0,7% ke 98,92, setelah sempat menyentuh 98,77, level terendah sejak 14 Mei.
Tekanan terhadap greenback muncul setelah Departemen Keuangan AS mengumumkan akan menggandakan operasi buyback obligasi jangka panjang mulai 9 September. Ukuran pembelian kembali untuk Treasury tenor 10–20 tahun dan 20–30 tahun akan dinaikkan dari US$2 miliar menjadi US$4 miliar per operasi untuk meningkatkan likuiditas pasar.
Kebijakan tersebut langsung memicu reli obligasi. Yield Treasury 30 tahun turun sekitar 7 basis poin ke 5,21%, setelah sehari sebelumnya menyentuh 5,337%, level tertinggi sejak Juni 2007. Pasar sebelumnya tertekan oleh besarnya penerbitan utang pemerintah, kebutuhan pembiayaan infrastruktur AI oleh perusahaan besar, serta risiko inflasi dari tingginya harga energi.
Penurunan yield membuat daya tarik dolar ikut berkurang. Sebelumnya, yield jangka panjang terus naik sejak pertemuan Fed Juli karena investor meminta premi lebih tinggi untuk memegang obligasi berdurasi panjang. Namun, data ekonomi AS yang mulai melemah telah menekan ekspektasi kenaikan suku bunga dalam waktu dekat, sehingga obligasi tenor pendek relatif lebih stabil.
Pelemahan dolar turut mendorong mata uang utama lainnya. EUR/USD naik sekitar 0,7% ke 1,1660, level tertinggi sejak pertengahan Mei, sementara GBP/USD menguat ke sekitar 1,3596. Yen Jepang juga menguat dengan USD/JPY turun ke sekitar 158,54, sementara won Korea Selatan mencatat penguatan yang lebih besar terhadap dolar.(yds)
Sumber: newsmaker.id