Bursa Eropa Melemah, Lonjakan Energi Tambah Tekanan Ekonomi
Bursa saham Eropa ditutup sedikit melemah pada perdagangan Senin (17/8) karena kenaikan harga energi kembali menambah tekanan terhadap prospek ekonomi kawasan. Indeks Euro STOXX 50 turun sekitar 0,1% ke level 6.530, sementara STOXX Europe 600 melemah sekitar 0,2% ke 656.
Tekanan utama datang dari lonjakan harga gas alam Eropa yang terus mendekati level tertinggi dalam beberapa tahun. Gangguan pengiriman LNG dari Timur Tengah memperburuk kondisi pasokan energi, sementara produksi listrik terbarukan di sejumlah wilayah Eropa juga masih terbatas.
Situasi energi semakin rumit setelah rendahnya permukaan sungai memaksa beberapa pembangkit listrik tenaga nuklir mengurangi atau menghentikan operasionalnya. Kondisi tersebut meningkatkan kekhawatiran terhadap biaya energi yang lebih tinggi dan potensi tekanan inflasi tambahan bagi perekonomian Eropa.
Yield obligasi di sejumlah negara utama juga meningkat ke level tinggi dalam beberapa dekade, memberikan tekanan terhadap saham perbankan serta perusahaan yang sensitif terhadap konsumsi. Santander, Deutsche Bank, LVMH, dan Adidas turun antara sekitar 1% hingga 3,4%.
Di sisi lain, saham teknologi memberikan sedikit penopang. ASML naik sekitar 2,6% mengikuti sentimen positif saham-saham AI di Amerika Serikat setelah hasil kuat Anthropic. Argenx juga menguat sekitar 1% setelah melaporkan hasil uji coba yang positif untuk obat Vyvgart.(yds)
Sumber: Newsmaker.id