S&P 500 Cetak Rekor Baru, Data PPI Jinak Angkat Sentimen
Bursa saham Amerika Serikat mayoritas menguat pada perdagangan Kamis (13/8), setelah data inflasi produsen yang lebih lemah dari perkiraan memperkuat ekspektasi bahwa Federal Reserve tidak akan menaikkan suku bunga pada bulan depan. S&P 500 naik 0,3% dan mencetak rekor baru, sementara Dow Jones menguat 0,5% dan Nasdaq 100 bergerak mendatar.
Pada pembukaan perdagangan, Dow Jones Industrial Average naik 58,3 poin atau 0,11% ke 53.828,55. S&P 500 menguat 14,7 poin atau 0,19% menjadi 7.763,18, sementara Nasdaq Composite naik 42,9 poin atau 0,16% menjadi 26.631,34.
Sentimen positif datang dari data Indeks Harga Produsen atau PPI Juli yang lebih rendah dari ekspektasi, baik untuk headline maupun core. Data ini sejalan dengan laporan CPI yang jinak sehari sebelumnya dan membantu meredakan kekhawatiran pasar terhadap sinyal hawkish dari beberapa anggota FOMC.
Saham chip dan perusahaan yang terkait dengan infrastruktur kecerdasan buatan atau AI masih mempertahankan penguatan yang kuat dari sesi sebelumnya. Laporan bahwa Anthropic mengejar IPO serta pembelian Decart AI turut menopang prospek belanja komputasi. Micron, Oracle, dan Meta naik lebih dari 2%, sementara Nvidia dan Amazon menguat tipis.
Dari sisi dampak pasar, data PPI yang lebih rendah dari perkiraan dapat memperkuat ekspektasi bahwa The Fed akan menahan suku bunga, sehingga mendukung sentimen risk-on di Wall Street. Turunnya harga minyak juga membantu memperbaiki selera risiko investor. Jika data inflasi terus melandai, S&P 500 berpeluang mempertahankan rekor momentum, terutama jika saham teknologi dan AI tetap kuat. (asd)
Sumber: Newsmaker.id