Minyak Turun, Permintaan Lemah dan Stok AS Jadi Tekanan
Harga minyak melemah pada perdagangan Kamis setelah investor mencermati prospek permintaan global yang semakin lemah serta lonjakan persediaan minyak mentah Amerika Serikat. Brent turun sekitar 1,9% ke US$87,32 per barel, sementara WTI melemah sekitar 1,95% ke US$81,65.
Tekanan utama datang dari persediaan minyak mentah AS yang melonjak tajam pada pekan lalu. Data Energy Information Administration menunjukkan stok crude naik 17,4 juta barel menjadi 424,4 juta barel, kenaikan mingguan terbesar sejak Januari 2023 dan jauh berlawanan dengan ekspektasi pasar yang sebelumnya memperkirakan penurunan sekitar 1,4 juta barel.
Prospek permintaan global juga mulai melemah. OPEC memangkas proyeksi pertumbuhan permintaan minyak dunia pada 2026 menjadi sekitar 580.000 barel per hari, menunjukkan konsumsi energi diperkirakan tumbuh lebih lambat dari perkiraan sebelumnya.
International Energy Agency juga memberikan pandangan yang lebih hati-hati. IEA memperkirakan konsumsi minyak global tahun ini dapat turun sekitar 1,6 juta barel per hari, lebih dalam dibanding proyeksi sebelumnya sebesar 1 juta barel per hari. Harga energi yang tinggi dan gangguan pasokan akibat konflik AS-Israel dengan Iran menjadi faktor utama yang menekan konsumsi.
Meski demikian, pelemahan harga masih dibatasi oleh gangguan pasokan di Timur Tengah. Belum adanya kemajuan signifikan dalam pembicaraan untuk membuka kembali Selat Hormuz membuat aliran minyak melalui jalur penting tersebut tetap terbatas dan menjaga premi risiko geopolitik di pasar. (mrv)*
Sumber : Newsmaker.id