• Thu, Jul 9, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

9 July 2026 14:58  |

STOXX 600 Mencoba Pulih Setelah Tekanan Geopolitik

Newsmaker.id - Bursa saham Eropa mencoba bangkit pada perdagangan Kamis (9/7/2026), setelah tekanan geopolitik memicu aksi jual terbesar dalam beberapa bulan terakhir. Indeks pan-Eropa STOXX 600 naik 0,4% ke level 638,66, ditopang oleh rebound saham-saham teknologi setelah pasar sebelumnya terpukul oleh ketegangan baru di Timur Tengah.

Penguatan sektor teknologi menjadi motor utama pemulihan pasar. Saham teknologi Eropa naik 1,6%, dengan Siltronic melonjak 7,4%, Soitec menguat 5,5%, dan ASML naik 2,5%. Sentimen terhadap saham chip kembali membaik setelah investor melihat permintaan terhadap infrastruktur kecerdasan buatan masih kuat.

Meski begitu, pasar belum sepenuhnya lepas dari tekanan. Sehari sebelumnya, STOXX 600 mencatat penurunan terbesar sejak Maret setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan kesepakatan dengan Iran sudah berakhir. Pernyataan tersebut memicu lonjakan harga minyak, kenaikan yield obligasi, dan penguatan dolar AS karena investor kembali mengantisipasi risiko inflasi global.

Investor kini masih mencermati perkembangan konflik Iran-AS, terutama dampaknya terhadap harga minyak dan rantai pasok energi. Jika ketegangan mereda, pasar Eropa berpeluang melanjutkan rebound. Namun, jika harga minyak terus naik dan risiko inflasi meningkat, tekanan terhadap saham perbankan, industri, dan sektor perjalanan dapat kembali membayangi indeks utama Eropa.

Dampaknya ke Market :

Dampaknya, STOXX 600 masih berpotensi bergerak volatil. Rebound teknologi memberi sinyal bahwa minat investor terhadap sektor AI dan chip belum hilang, tetapi arah pasar tetap sangat sensitif terhadap konflik Timur Tengah dan harga minyak.

Untuk market global, pemulihan Eropa bisa membantu sentimen risk-on, terutama jika diikuti penguatan saham teknologi AS dan Asia. Namun, lonjakan minyak tetap menjadi ancaman karena bisa menghidupkan kembali kekhawatiran inflasi dan membuat bank sentral lebih sulit memangkas suku bunga.

Buat emas dan dolar, situasinya masih campuran. Jika konflik memanas, emas dan dolar bisa sama-sama mendapat dorongan safe haven. Tapi kalau pasar mulai tenang, saham bisa rebound lebih kuat dan permintaan safe haven berpotensi mereda.(CP)

Related News

MARKET UPDATE

Asia Merah 3 Hari, Minyak Naik

Bursa Asia melanjutkan pelemahan untuk hari ketiga, sementara harga minyak naik tipis karena perang di Iran dinilai berpotens...

4 March 2026 07:26
MARKET UPDATE

Asia Naik, Wall Street Pecah Rekor!

Saham Asia menguat pada Jumat setelah indeks-indeks utama Wall Street mencetak rekor, didukung reli saham bertema kecerdasan ...

15 May 2026 08:00
MARKET UPDATE

Asia Cetak Rekor, Yield AS Naik: CPI Pasar Nunggu

Saham Asia menguat untuk hari kelima berturut-turut pada hari Rabu, dengan MSCI Asia Pacific Index naik sekitar 0,4% dan kemb...

12 February 2026 07:26
MARKET UPDATE

Asia Merah Tipis, Yen Tetap Kuat: Tarif Korea Bikin Pasar Ki...

Bursa Asia bergerak melemah tipis setelah kekhawatiran tarif muncul lagi. Korea Selatan jadi pusat perhatian: Kospi turun sek...

27 January 2026 07:23
BIAS23.com BIAS23.com NM23 Ai