STOXX 600 Mencoba Pulih Setelah Tekanan Geopolitik
Newsmaker.id - Bursa saham Eropa mencoba bangkit pada perdagangan Kamis (9/7/2026), setelah tekanan geopolitik memicu aksi jual terbesar dalam beberapa bulan terakhir. Indeks pan-Eropa STOXX 600 naik 0,4% ke level 638,66, ditopang oleh rebound saham-saham teknologi setelah pasar sebelumnya terpukul oleh ketegangan baru di Timur Tengah.
Penguatan sektor teknologi menjadi motor utama pemulihan pasar. Saham teknologi Eropa naik 1,6%, dengan Siltronic melonjak 7,4%, Soitec menguat 5,5%, dan ASML naik 2,5%. Sentimen terhadap saham chip kembali membaik setelah investor melihat permintaan terhadap infrastruktur kecerdasan buatan masih kuat.
Meski begitu, pasar belum sepenuhnya lepas dari tekanan. Sehari sebelumnya, STOXX 600 mencatat penurunan terbesar sejak Maret setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan kesepakatan dengan Iran sudah berakhir. Pernyataan tersebut memicu lonjakan harga minyak, kenaikan yield obligasi, dan penguatan dolar AS karena investor kembali mengantisipasi risiko inflasi global.
Investor kini masih mencermati perkembangan konflik Iran-AS, terutama dampaknya terhadap harga minyak dan rantai pasok energi. Jika ketegangan mereda, pasar Eropa berpeluang melanjutkan rebound. Namun, jika harga minyak terus naik dan risiko inflasi meningkat, tekanan terhadap saham perbankan, industri, dan sektor perjalanan dapat kembali membayangi indeks utama Eropa.
Dampaknya ke Market :
Dampaknya, STOXX 600 masih berpotensi bergerak volatil. Rebound teknologi memberi sinyal bahwa minat investor terhadap sektor AI dan chip belum hilang, tetapi arah pasar tetap sangat sensitif terhadap konflik Timur Tengah dan harga minyak.
Untuk market global, pemulihan Eropa bisa membantu sentimen risk-on, terutama jika diikuti penguatan saham teknologi AS dan Asia. Namun, lonjakan minyak tetap menjadi ancaman karena bisa menghidupkan kembali kekhawatiran inflasi dan membuat bank sentral lebih sulit memangkas suku bunga.
Buat emas dan dolar, situasinya masih campuran. Jika konflik memanas, emas dan dolar bisa sama-sama mendapat dorongan safe haven. Tapi kalau pasar mulai tenang, saham bisa rebound lebih kuat dan permintaan safe haven berpotensi mereda.(CP)