Dow Cetak Rekor Baru Usai Data NFP AS Melemah
Indeks saham Amerika Serikat menguat pada perdagangan Kamis (2/7) setelah data tenaga kerja yang lebih lemah dari perkiraan meredam ekspektasi bahwa Federal Reserve akan memperketat kebijakan moneter. Dow Jones bahkan naik menembus level 52.500 untuk pertama kalinya dalam sejarah.
S&P 500 menguat 0,5%, sementara Nasdaq 100 bergerak mendekati zona datar. Ekonomi AS hanya menambah 57.000 pekerjaan pada Juni, sekitar separuh dari perkiraan pasar. Data ini menghentikan momentum kuat penciptaan lapangan kerja sebelumnya.
Hasil tersebut mengurangi ruang bagi The Fed untuk kembali menaikkan suku bunga dalam menghadapi tekanan inflasi tahun ini. Kondisi ini mendukung ekspektasi bahwa tidak akan ada kenaikan suku bunga lanjutan dan memberi dorongan bagi saham-saham yang sensitif terhadap biaya kredit.
Sektor ekonomi tetap menunjukkan kinerja solid, dengan saham Visa dan Eli Lilly bergerak dekat level rekor. Di sisi lain, saham hyperscaler berbasis AI seperti Oracle dan Microsoft juga mampu mempertahankan rebound dan diperdagangkan lebih tinggi.
Namun, tekanan masih terlihat pada saham produsen chip. Micron dan Sandisk masih menahan pelemahan terbaru, sehingga membatasi pergerakan Nasdaq 100. Sementara itu, saham Meta turun 2% setelah pengumuman penjualan kelebihan kapasitas komputasi yang sebelumnya sempat memicu reli pada sesi sebelumnya. Indeks saham Amerika Serikat menguat pada perdagangan Kamis setelah data tenaga kerja yang lebih lemah dari perkiraan meredam ekspektasi bahwa Federal Reserve akan memperketat kebijakan moneter. Dow Jones bahkan naik menembus level 52.500 untuk pertama kalinya dalam sejarah.(yds)
Sumber: Newsmaker.id