Harga Emas Melonjak 2% Lebih Pasca rilis Data Ketenagakerjaan
Harga emas spot melonjak pada perdagangan Kamis (7/2) setelah laporan tenaga kerja Amerika Serikat bulan Juni dirilis lebih lemah dari perkiraan. Data tersebut membuat investor mengurangi ekspektasi terhadap peluang kenaikan suku bunga Federal Reserve pada tahun ini.
Berdasarkan CME FedWatch Tool, pelaku pasar kini memperkirakan peluang kenaikan suku bunga pada September sekitar 51%. Angka tersebut turun dari 66% sebelum rilis data tenaga kerja, menunjukkan bahwa pasar mulai membaca peluang The Fed untuk lebih berhati-hati dalam mengambil langkah kebijakan.
Pada pukul 09.33 waktu timur AS atau 13.33 GMT, harga emas spot melesat 2,4% ke level US$4.126,75 per ons. Sementara itu, kontrak emas berjangka ikut naik 1,45% ke posisi US$4.142,42 per ons.
Biro Statistik Tenaga Kerja AS melaporkan ekonomi hanya menambah 57.000 pekerjaan nonpertanian pada Juni. Angka ini jauh di bawah konsensus pasar sebesar 114.000 dan melambat dari data Mei yang direvisi turun menjadi 129.000. Data tersebut juga mengikuti laporan ADP sebelumnya yang menunjukkan perekrutan sektor swasta AS meningkat lebih rendah dari perkiraan.
Meski data Juni melemah, analis Morgan Stanley menilai pasar tenaga kerja AS secara umum masih cukup solid. Mereka menyebut kondisi tersebut menunjukkan pasar tenaga kerja telah kembali menguat dari periode pelemahan tahun lalu. Namun, bagi emas, data terbaru ini tetap menjadi katalis positif karena menekan ekspektasi kenaikan suku bunga dan mengurangi daya tarik dolar AS.
Ke depan, pasar masih akan mencermati apakah ketahanan tenaga kerja AS cukup kuat untuk memberi ruang bagi The Fed menaikkan suku bunga lagi tahun ini. Di sisi lain, harga minyak yang mulai moderat setelah kesepakatan damai sementara AS-Iran turut membantu meredakan kekhawatiran inflasi, meskipun risiko tekanan harga energi dari konflik Timur Tengah belum sepenuhnya hilang.(yds)
Sumber: Newsmaker.id