• Thu, Jul 2, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

2 July 2026 03:27  |

ADP Lemah Batasi Dolar, NFP Jadi Penentu

Indeks dolar AS atau DXY bertahan di sekitar area 101,40 pada perdagangan Rabu (1/7), didukung oleh aktivitas manufaktur AS yang masih ekspansif dan yield Treasury jangka panjang yang tetap tinggi. Meski sejumlah data ekonomi mulai menunjukkan perlambatan, dolar masih mendapat dukungan dari ekspektasi bahwa Federal Reserve belum akan cepat melonggarkan kebijakan.

Data ISM Manufacturing PMI AS turun ke 53,3 pada Juni dari 54,0 pada Mei. Angka tersebut memang lebih rendah dari ekspektasi pasar, tetapi masih berada di atas level 50 yang menandakan ekspansi. Komponen New Orders turun ke 56,0, sementara Prices Paid Index melemah ke 73,0 dari 82,1, menunjukkan tekanan biaya input mulai mendingin meski masih tinggi.

Dari pasar tenaga kerja, ADP private payrolls hanya bertambah 98.000 pada Juni, lebih rendah dari ekspektasi dan melambat dari kenaikan 122.000 pada Mei. Data yang lebih lemah ini membatasi ruang penguatan dolar dan membuat investor lebih berhati-hati menjelang laporan resmi Nonfarm Payrolls AS.

Ketua Federal Reserve Kevin Warsh kembali menegaskan komitmen The Fed terhadap target inflasi 2%. Ia mengatakan bank sentral tidak akan menerima inflasi yang bertahan di atas target, meskipun tidak memberikan panduan langsung terkait keputusan suku bunga pada pertemuan Juli.

Di Eropa, EUR/USD masih berada dalam tekanan di sekitar area 1,1380. Euro terbebani oleh data inflasi zona euro yang lebih rendah dari perkiraan. Inflasi tahunan HICP turun ke 2,8% pada Juni dari 3,2% pada Mei, sementara inflasi inti melemah ke 2,4% dari 2,6%.

Presiden European Central Bank Christine Lagarde mengatakan risiko inflasi dan pertumbuhan di kawasan euro kini lebih seimbang setelah penurunan harga energi. Sementara itu, pembuat kebijakan ECB Alexander Demarco memperingatkan bahwa bank sentral tidak perlu terburu-buru menaikkan suku bunga lagi karena harga energi yang lebih rendah dapat membantu menstabilkan ekspektasi inflasi.

GBP/USD bergerak di sekitar area 1,3280 setelah pasar mencerna komentar Gubernur Bank of England Andrew Bailey. Bailey mengatakan BoE masih memiliki waktu untuk menilai dampak kenaikan harga energi terhadap ekonomi Inggris, meskipun ia memperingatkan inflasi Inggris masih dapat naik ke sekitar 3,2% tahun ini.

USD/JPY bergerak dekat 162,50 dan masih berada di sekitar level terendah yen dalam beberapa dekade. Data ADP yang lebih lemah memang membatasi penguatan dolar lebih jauh, tetapi yen tetap tertekan oleh selisih suku bunga AS-Jepang yang masih lebar. Investor juga tetap waspada terhadap potensi peringatan atau intervensi dari otoritas Jepang.

Sementara itu, AUD/USD melemah ke sekitar area 0,6890 karena dolar Australia kesulitan menghadapi greenback yang masih kuat. Aussie juga rentan menjelang rilis data Trade Balance Australia, dengan investor menunggu apakah ekspor masih mampu memberi dukungan bagi mata uang tersebut.

Secara keseluruhan, pasar valuta asing masih bergerak hati-hati menjelang data tenaga kerja AS. Jika Nonfarm Payrolls menunjukkan pasar tenaga kerja tetap kuat, ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed dapat kembali meningkat dan menopang dolar. Namun, jika data melemah, DXY berpotensi terkoreksi dan memberi ruang pemulihan bagi euro, pound, yen, dan dolar Australia.(arl)

Sumber: Newsmaker.id

Related News

US DOLLAR

Dollar Sedikit Melemah Setelah Pulih

Dolar memangkas kenaikan hari Senin (12/05), dengan para pedagang tidak yakin bahwa lonjakannya baru-baru ini di balik mereda...

13 May 2025 15:52
US DOLLAR

Dolar Nunggu Sinyal The Fed

Indeks dolar (DXY) bergerak stabil di atas 98 pada Rabu, tapi masih bertahan dekat level terendah dalam lebih dari dua bulan....

17 December 2025 09:14
US DOLLAR

Dolar AS Tutup Tahun Terbaik Sejak 2015 dengan Bias Bullish

Dolar membukukan penurunan moderat pada hari terakhir tahun ini, yang terbaik dalam hampir satu dekade, karena opsi jangka pa...

31 December 2024 17:05
US DOLLAR

Dolar Terus Turun

Indeks dolar jatuh ke 100,3 pada hari Rabu (14/5), semakin merosot dari level tertinggi satu bulan yang dicapai pada hari Sen...

14 May 2025 17:16
BIAS23.com BIAS23.com NM23 Ai