Harapan Damai Tekan Harga Minyak
Harga minyak kembali melemah setelah Presiden Donald Trump mengatakan Amerika Serikat dan Iran sedang melakukan pembicaraan untuk mengakhiri konflik Timur Tengah.
Minyak Brent turun di bawah US$85 per barel setelah anjlok 8,7% pada perdagangan Senin, penurunan terbesar dalam lebih dari tiga bulan. WTI juga bergerak di sekitar US$82 per barel.
Trump menyebut serangan terhadap Iran dihentikan sementara untuk memberi kesempatan bagi proses perundingan. Namun, belum ada kepastian bahwa pembicaraan resmi antara kedua negara telah menghasilkan kemajuan.
Pelaku pasar masih berhati-hati karena lalu lintas kapal tanker di Selat Hormuz belum kembali normal. Iran dan Oman terus berdiskusi untuk membuka kembali jalur yang sebelumnya membawa sekitar seperlima aliran minyak dunia.
Tekanan pasokan juga mulai mereda setelah terminal utama ekspor minyak Kazakhstan kembali beroperasi. Dua kapal tanker telah mulai melakukan pemuatan di fasilitas Caspian Pipeline Consortium.
Brent untuk pengiriman September turun 0,7% menjadi US$87,73 per barel, sedangkan WTI melemah 0,9% ke US$81,84. Harga berpotensi terus turun jika perundingan berlanjut dan pasokan kembali normal, tetapi dapat berbalik naik apabila konflik kembali memanas.(asd)*
Sumber: Newsmaker.id