Pound Stabil Menguat di Tengah Risiko Geopolitik
Pound sterling menguat tipis terhadap dolar AS, dengan GBP/USD mencatat kenaikan moderat di sekitar 1,3580 pada perdagangan Asia, Senin (04/05). Namun, potensi kenaikan dinilai terbatas karena pasar masih mencermati eskalasi tensi geopolitik di Timur Tengah.
Sentimen cenderung berhati-hati setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan AS akan memulai upaya pada Senin pagi untuk membantu kapal-kapal yang terjebak di Selat Hormuz sebagai “gestur kemanusiaan” bagi negara netral dalam perang AS-Israel dengan Iran. Seorang pejabat Iran memperingatkan bahwa campur tangan AS di Hormuz akan dianggap sebagai pelanggaran gencatan senjata.
Risiko meningkatnya ketegangan berpotensi mengangkat permintaan terhadap aset safe haven seperti dolar AS, sehingga menjadi hambatan bagi GBP/USD. Iran sebelumnya menyebut AS telah merespons rencana 14 poin melalui Pakistan dan tengah meninjau tanggapan tersebut, sementara Trump mengatakan proposal itu kecil kemungkinan dapat diterima.
Dari sisi kebijakan, Bank of England dan Federal Reserve pekan lalu sama-sama menahan suku bunga. Gubernur BoE Andrew Bailey mengatakan pengetatan “lebih tegas” bisa diperlukan jika tekanan harga akibat konflik memburuk, meski ia meredakan kekhawatiran kenaikan suku bunga dalam waktu dekat. Pasar kini menunggu data tenaga kerja AS untuk April yang akan dirilis Jumat sebagai petunjuk tambahan arah dolar dan pergerakan pasangan ini. (asd)
Sumber: Newsmaker.id