S&P 500 Tergelincir, Microsoft Jadi “Beban” Pasar
S&P 500 melemah pada perdagangan Kamis (29/1), terseret tekanan kuat dari saham Microsoft setelah raksasa teknologi itu merilis kinerja terbaru dan pasar mencerna arah kebijakan suku bunga The Fed. Indeks acuan turun tipis sekitar 0,1%, sementara Nasdaq terkoreksi lebih dalam sekitar 0,7%. Dow Jones justru masih mampu bertahan di zona hijau dengan kenaikan tipis sekitar 0,1%. Di sisi lain, pasar kripto ikut goyah—Bitcoin merosot hampir 6% dan menyentuh level terendah dalam hampir dua bulan.
Tekanan terbesar datang dari Microsoft yang anjlok sekitar 10%. Investor merespons laporan bahwa pertumbuhan bisnis cloud melambat pada kuartal kedua tahun fiskal, ditambah proyeksi margin operasional kuartal berikutnya yang dinilai kurang menggigit. Kombinasi ini bikin pelaku pasar cepat mengurangi eksposur ke saham teknologi besar.
Gelombang jual melebar ke sektor software. Kekhawatiran baru muncul bahwa tren AI bisa mengubah lanskap bisnis software lebih cepat dari perkiraan, memicu re-pricing di banyak emiten. ServiceNow jatuh sekitar 11% meski laba dan pendapatannya melampaui estimasi. Oracle turun sekitar 2%, dan Salesforce tertekan lebih dalam sekitar 6%—menandakan pasar bukan sekadar melihat angka kuartalan, tapi juga narasi pertumbuhan ke depan.
Pukulan paling jelas terlihat di ETF iShares Expanded Tech-Software Sector (IGV). ETF ini jatuh sekitar 5% dalam sehari dan resmi masuk zona bearish karena kini sekitar 22% di bawah puncak terbarunya. Penurunan tajam tersebut juga menempatkan IGV pada jalur pelemahan harian terburuk sejak guncangan pasar akibat isu tarif pada April lalu. (Arl)
Sumber : Newsmaker.id