• Wed, Mar 4, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

29 January 2026 04:15  |

Wall Street Cetak Rekor, Tapi Kehilangan “Tenaga” Pasca Pidato Powell

S&P 500 sempat menyentuh angka psikologis 7.000 untuk pertama kalinya pada Rabu (28/1), sebelum kehilangan tenaga dan turun dari puncak seiring investor mencerna keputusan Federal Reserve yang menahan suku bunga. Indeks acuan pasar luas itu sempat mencetak rekor intraday di 7.002,28 setelah naik 0,3%, namun akhirnya menutup perdagangan nyaris datar. Dow Jones juga berakhir datar, sementara Nasdaq masih mampu bertambah sekitar 0,2%.

The Fed mempertahankan suku bunga di kisaran 3,50%–3,75%. Setelah keputusan keluar, yield obligasi pemerintah AS naik karena pernyataan bank sentral memberi nada ekonomi yang masih solid: aktivitas ekonomi disebut berjalan dengan kecepatan “solid”, dan tingkat pengangguran menunjukkan tanda-tanda “stabilisasi”. Ketua The Fed Jerome Powell menegaskan sulit untuk melihat data terbaru dan menyimpulkan kebijakan moneter saat ini “sangat ketat”.

Pembacaan itu membuat sebagian pelaku pasar menilai The Fed kemungkinan akan tetap “parkir” cukup lama. Jed Ellerbroek dari Argent Capital Management memperkirakan suku bunga bisa bertahan di level sekarang hingga akhir masa jabatan Powell pada Mei. Menurutnya, The Fed berada di posisi serba hati-hati: inflasi masih sedikit lebih tinggi dari yang diinginkan, sementara risiko kenaikan pengangguran tetap ada—jadi bank sentral memilih bersikap netral sampai data memaksa mereka condong ke salah satu sisi. Ia juga menambahkan sorotan kini mengarah ke Presiden Donald Trump, yang akan menunjuk ketua The Fed berikutnya.

Sebelum pasar meredup, reli sempat ditopang oleh penguatan saham-saham chip setelah serangkaian laporan laba yang memuaskan. Seagate Technology melesat sekitar 20% setelah pendapatan dan laba kuartal kedua melampaui perkiraan analis, dengan manajemen menyoroti permintaan kuat untuk kebutuhan penyimpanan data berbasis AI.

Sementara itu, ASML sebelumnya ikut mengangkat sentimen setelah melaporkan pesanan rekor dan memberikan panduan 2026 yang optimistis di tengah booming AI. Namun, sahamnya sempat berbalik arah dan menghapus sebagian penguatan. Hasilnya, pasar menutup sesi dengan nada “campur aduk”: euforia level 7.000 sempat tercapai, tapi keputusan Fed membuat investor kembali menahan diri. (Arl)

Sumber: Newsmaker.id

Related News

MARKET UPDATE

Asia Merah Tipis, Yen Tetap Kuat: Tarif Korea Bikin Pasar Ki...

Bursa Asia bergerak melemah tipis setelah kekhawatiran tarif muncul lagi. Korea Selatan jadi pusat perhatian: Kospi turun sek...

27 January 2026 07:23
MARKET UPDATE

Pasar Asia Cenderung Hati-Hati, Pasca Rilis Data AS

Pasar saham Asia dibuka tanpa arah yang jelas pada Rabu (6/8), setelah data sektor jasa AS yang melemah memicu ketidakpastian...

6 August 2025 07:48
MARKET UPDATE

Pasar Saham Asia Terus Menguat, S&P 500 Juga Tembus Rekor

Saham-saham Asia melanjutkan kenaikan dua hari berturut-turut, mengikuti momentum positif dari Wall Street yang mendorong ral...

23 December 2025 07:21
MARKET UPDATE

Saham Asia Turun, Fokus pada Korea dan Timur Tengah

Saham Asia mengawali minggu ini dengan nada lemah, karena investor bergulat dengan pergolakan politik Korea Selatan dan menun...

9 December 2024 07:43
BIAS23.com NM23 Ai