LVMH Terpeleset, Deutsche Bank Disorot—Eropa Melemah
Saham-saham Eropa ditutup melemah pada hari Rabu (28/1) setelah laporan kinerja LVMH yang mengecewakan mematahkan harapan pasar soal kebangkitan sektor barang mewah. Sentimen risiko juga ikut terseret turun, menyusul peringatan terbaru Presiden AS Donald Trump kepada Iran yang kembali mengangkat tensi geopolitik. Indeks Stoxx Europe 600 menutup perdagangan turun 0,8%.
Tekanan terbesar datang dari kelompok luxury. LVMH anjlok 7,9% setelah melaporkan penurunan penjualan divisi fashion dan leather goods yang lebih buruk dari perkiraan. Pelemahan LVMH langsung menular ke saham-saham sejenis, membuat sektor barang mewah jadi salah satu pemberat utama bursa.
Sektor perbankan juga ikut tertekan. Deutsche Bank turun 2% setelah otoritas Jerman menggerebek kantor bank tersebut terkait penyelidikan pencucian uang yang melibatkan staf. Di tengah pelemahan itu, sektor energi justru menjadi salah satu yang paling kuat, terbantu kenaikan harga minyak karena ketegangan AS–Iran yang belum mereda.
Di saham individual, ASML menghapus penguatan setelah konferensi telepon dengan manajemen memunculkan pertanyaan analis tentang kemampuan perusahaan memperluas kapasitas dengan cukup cepat untuk memenuhi permintaan alat yang terus meningkat. Untuk sektor luxury, analis JPMorgan Chiara Battistini menilai jalan kembali menuju pertumbuhan masih akan “berliku” dalam beberapa kuartal ke depan—dan LVMH menjadi cerminan paling jelas dari tantangan tersebut.
Pasar Eropa sendiri masih “goyah” setelah pekan lalu sentimen terguncang oleh meningkatnya ketegangan dagang dengan AS. Fokus kini bergeser ke musim laporan keuangan, di mana indeks milik Citigroup menunjukkan analis telah banyak menurunkan ekspektasi menjelang periode pelaporan. Di sisi strategi alokasi, Pictet Wealth Management menyarankan investor mengurangi porsi saham AS karena pelemahan dolar membuat saham Eropa dan wilayah lain terlihat lebih menarik. “Carilah lebih sedikit saham AS, dan lebih banyak saham di wilayah lain,” kata Geraldine Sundstrom, seraya menambahkan gelombang investasi pertahanan dan infrastruktur di Eropa membuka peluang cuan yang besar. (Arl)
Sumber: Newsmaker.id