Kesepakatan India–UE Jadi “Booster”, Stoxx 600 Menguat
Saham-saham Eropa menguat dan menutup sesi pada hari Selasa (27/1) dengan nada positif setelah Uni Eropa dan India akhirnya mengunci kesepakatan perdagangan bebas, mengakhiri negosiasi yang nyaris dua dekade. Deal ini datang di momen yang pas: hubungan Eropa–Washington lagi sensitif, jadi kabar “pintu pasar baru” langsung jadi suntikan sentimen.
Indeks Stoxx Europe 600 naik 0,6% di penutupan, dengan sektor perbankan jadi mesin utama. HSBC ikut mencuri perhatian setelah valuasinya menembus tonggak besar—dibantu sentimen positif dari upgrade analis. Di sisi lain, saham media dan otomotif justru jadi pemberat, menunjukkan reli kali ini lebih selektif: investor pilih sektor yang dianggap “tahan banting” di tengah ketidakpastian global.
Di level saham individual, drama korporasi ikut mengangkat mood pasar. Puma melompat setelah Anta Sports dari China sepakat mengambil porsi besar sahamnya, sementara Siegfried melejit usai memperluas jejak bisnis bahan baku farmasi lewat akuisisi beberapa fasilitas baru di AS dan Australia. Pergerakan ini menegaskan satu hal: ketika pasar lagi cari arah, cerita aksi korporasi dan ekspansi masih jadi magnet.
Penguatan ini juga terlihat sebagai upaya Eropa “balik berdiri” setelah pekan lalu sempat goyang akibat kekhawatiran perang dagang dengan AS. Tapi euforia tetap dijaga, karena fokus pasar sekarang bergeser ke dua agenda besar: musim earnings dan keputusan The Fed pada Rabu. Investor ingin lihat, apakah laba perusahaan masih cukup kuat untuk menahan tekanan valuasi dan risiko geopolitik.
Dari sisi fundamental, proyeksi laba untuk emiten Eropa memang masih tumbuh, tapi lajunya diperkirakan melambat dibanding kuartal sebelumnya. Namun justru di situ permainan psikologinya: ekspektasi yang sudah rendah membuat ruang “kejutan positif” jadi lebih terbuka—selama hasilnya tidak seburuk yang ditakutkan.
Salah satu contoh sentimen positif datang dari Cranswick, yang menguat setelah perusahaan memberi sinyal laba tahunan cenderung berada di sisi atas ekspektasi pasar, didorong penjualan kuartal ketiga yang kuat, termasuk pada periode Natal. Pesannya jelas: di tengah headline global yang bising, investor tetap akan mengejar saham yang bisa membuktikan kinerja nyata. (Arl)
Sumber : Newsmaker.id