Wall Street Menguat, Tapi Tarif Trump & Shutdown Membayangi
Wall Street mengawali pekan dengan kenaikan tipis pada hari Senin (26/1), tapi suasana pasar belum benar-benar santai. Trader memantau headline politik Washington sambil bersiap menghadapi pekan “padat merayap”: musim laporan kinerja emiten besar dan keputusan suku bunga terbaru Federal Reserve.
Update indeks (penutupan sesi AS):
Dow Jones: 49.412,40 (+313,69 atau +0,64%)
S&P 500 (US 500): 6.949,20 (+33,6 atau +0,49%)
Nasdaq Composite: 23.501,24 (+65,22 atau +0,28%)
Sentimen risk-on ini ikut ditopang oleh “Big Tech” yang mulai bergerak naik jelang rilis laporan keuangan. Apple menguat ke $255,23 (+2,90%), Meta ke $672,05 (+2,02%), dan Microsoft ke $471,34 (+1,16%).
Di sisi headline, pasar juga mencerna ancaman tarif 100% dari Presiden AS Donald Trump ke Kanada bila Ottawa melanjutkan kesepakatan dagang dengan China—sementara pihak terkait menegaskan posisi masing-masing.
Washington makin bikin investor pasang rem karena isu potensi shutdown jelang tenggat pendanaan 30 Januari, setelah kemarahan publik memuncak terkait penembakan fatal di Minnesota yang menyeret perdebatan soal pendanaan dan kewenangan lembaga keamanan.
Sinyal “cari aman” terlihat jelas dari logam mulia. Emas spot (XAU/USD) masih bertahan di area tinggi setelah sempat menembus rekor di atas $5.100/oz. Update XAU/USD: sekitar 5.056,62 (+73,71 | +1,48%) dengan rentang harian 4.982,91 – 5.111,11. (Arl)
Sumber : Newsmaker.id