Komoditas Lagi 'On Fire', Bursa Eropa Ikut Terangkat
Saham-saham Eropa menutup perdagangan dengan kenaikan tipis pada Senin (26/1), dengan dorongan utama datang dari sektor pertambangan yang ikut “kecipratan” reli harga komoditas.
Indeks Stoxx Europe 600 menguat sekitar 0,2% saat penutupan. Selain tambang, utilitas juga jadi salah satu penopang kenaikan, mencerminkan minat investor pada saham defensif di tengah pasar yang masih pilih-pilih.
Di sisi lain, sektor travel & leisure justru tertahan. Sentimen sektor ini tertekan oleh kabar gangguan penerbangan di AS dan Timur Tengah, ditambah panduan yang lebih hati-hati dari Ryanair yang bikin pelaku pasar ngerem ekspektasi.
Secara umum, bursa Eropa mulai memulihkan sebagian tekanan dari pekan lalu, setelah pasar mencerna kabar bahwa Presiden Donald Trump membatalkan rencana bea masuk terkait isu Greenland terhadap negara-negara Eropa. Rasa “risk-off” mereda, tapi belum hilang sepenuhnya.
Fokus berikutnya bergeser ke musim laporan keuangan. Investor bakal memantau rilis earnings terbaru untuk mengukur apakah permintaan konsumen masih cukup kuat, atau mulai melambat di tengah ketidakpastian global.
Menurut Ulrich Urbahn dari Berenberg, nada ekspektasi pendapatan yang cenderung hati-hati bisa tetap direspons positif oleh pasar—mengisyaratkan suasana yang masih relatif mendukung untuk ekuitas, selama kejutan negatif tidak dominan.
Dari sisi global, perhatian pasar juga mengarah ke Federal Reserve yang diperkirakan menahan suku bunga pada Rabu, dan spekulasi soal pengganti Jerome Powell yang disebut bisa diumumkan Trump secepatnya pekan ini.
Untuk saham individual, Neste melonjak sekitar 6,1% setelah Morgan Stanley menaikkan peringkatnya menjadi overweight, menilai ruang kinerja masih ada meski sudah reli kuat sepanjang 2025. Sebaliknya, Teleperformance jatuh sekitar 7,7% usai CIC Market Solutions menurunkan peringkat dan memangkas target harga. (Arl)
Sumber : Newsmaker.id