Pasar Asia Campur Aduk, Emas Tembus $5.000—Ada Apa?
Pasar Asia-Pasifik bergerak mixed pada Senin ketika investor menilai ketidakpastian geopolitik yang belum reda. Fokus pasar melebar dari isu perang dagang sampai pergerakan yen dan lonjakan emas.
Dari AS, Perdana Menteri Kanada Mark Carney menegaskan Kanada tidak akan mengejar perjanjian perdagangan bebas dengan China tanpa pemberitahuan lebih dulu. Pernyataan ini muncul setelah Presiden AS Donald Trump mengancam tarif 100% jika Kanada membuat kesepakatan dagang dengan China.
Di tengah kondisi itu, investor lari ke aset aman. Harga emas spot menyentuh rekor di atas $5.000 per ons dan terakhir diperdagangkan di $5,033.99 per ons pada 7.52 a.m. waktu Singapura (6.52 p.m. EST Minggu).
Saham Jepang ikut tertekan. Nikkei 225 turun 1.52% dan Topix melemah 1.76%. Yen Jepang juga menguat 0.45% ke sekitar 155.01 per dolar, yang biasanya jadi beban buat saham eksportir.
Investor masih memantau Jepang setelah perdana menteri memberi sinyal akan melawan aktivitas spekulatif, terutama setelah penguatan yen tajam pada Jumat. Otoritas disebut siap bertindak jika volatilitas makin liar.
Di kawasan lain, Korea Selatan menguat: Kospi naik 0.64% dan Kosdaq melesat 2.28%. Futures Hang Seng berada di 26,772, lebih tinggi dari penutupan terakhir 26,749.51, sementara Australia S&P/ASX 200 naik tipis 0.13%. Dari AS Jumat lalu, Nasdaq naik 0.28% ke 23,501.24, Dow turun 285.30 poin atau 0.58% ke 49,098.71, dan S&P 500 naik tipis 0.03% ke 6,915.61.(asd)
Sumber: Newsmaker.id