• Fri, Jan 16, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Indonesia News Portal for Traders | Financial & Business Updates

15 January 2026 21:44  |

Saham AS Bangkit, AI Balik Jadi Penggerak

Wall Street menguat pada Kamis (15/1), ditopang kembalinya minat beli ke saham-saham teknologi raksasa setelah narasi belanja AI dan pusat data kembali menguat. Reli di megacap membantu memulihkan sentimen pasar yang sempat berputar ke sektor-sektor sensitif ekonomi dalam beberapa sesi terakhir.

Saham-saham bertema AI kembali menjadi motor penggerak, setelah Taiwan Semiconductor Manufacturing (TSMC) ikut meredakan kekhawatiran pasar soal keberlanjutan belanja data center. Pergerakan tersebut memicu pembelian lanjutan pada emiten chip dan teknologi besar, dengan Nvidia menjadi salah satu penopang utama, sementara ASML juga kembali menjadi sorotan di Eropa.

Di saat yang sama, data ekonomi AS yang dirilis hari ini memberi sinyal ekonomi masih cukup tangguh. Klaim pengangguran mingguan turun tak terduga ke level terendah sejak November, memperkuat narasi bahwa pasar tenaga kerja belum melemah signifikan. Dari sisi manufaktur, survei aktivitas pabrik wilayah New York membaik, sementara indeks Philadelphia Fed melonjak kembali ke zona ekspansi dan jauh melampaui perkiraan pasar.

Kombinasi data yang lebih kuat ini menekan obligasi pemerintah AS tenor pendek dan mendorong yield naik, karena pelaku pasar kembali menilai The Fed tidak perlu terburu-buru memangkas suku bunga. Yield Treasury 2 tahun naik ke sekitar 3,54% dan dolar menguat tipis, membuat penguatan saham menjadi lebih selektif—dengan teknologi memimpin, sementara sektor lain bergerak lebih hati-hati.

Pada perdagangan pagi waktu New York, indeks S&P 500 naik sekitar 0,6% dan Nasdaq 100 menguat sekitar 1,1%, sementara Dow Jones bertambah sekitar 0,4%. Russell 2000 untuk saham berkapitalisasi kecil naik sekitar 0,4%, mencerminkan perbaikan sentimen yang masih dibatasi oleh kenaikan yield.

Secara keseluruhan, pasar kembali mengunci dua tema utama: optimisme bahwa pendorong AI belum padam, namun data ekonomi yang kencang membuat narasi “suku bunga tinggi lebih lama” tetap hidup—kombinasi yang menjaga volatilitas tetap tinggi dalam beberapa sesi ke depan. (Arl)

Sumber  : Newsmaker.id

Related News

MARKET UPDATE

Pasar Asia Cenderung Hati-Hati, Pasca Rilis Data AS

Pasar saham Asia dibuka tanpa arah yang jelas pada Rabu (6/8), setelah data sektor jasa AS yang melemah memicu ketidakpastian...

6 August 2025 07:48
MARKET UPDATE

Pasar Saham Asia Terus Menguat, S&P 500 Juga Tembus Rekor

Saham-saham Asia melanjutkan kenaikan dua hari berturut-turut, mengikuti momentum positif dari Wall Street yang mendorong ral...

23 December 2025 07:21
MARKET UPDATE

Saham Asia Turun, Fokus pada Korea dan Timur Tengah

Saham Asia mengawali minggu ini dengan nada lemah, karena investor bergulat dengan pergolakan politik Korea Selatan dan menun...

9 December 2024 07:43
MARKET UPDATE

Bursa Asia Merah, SoftBank Rontok 10%

Pasar saham Asia kompak melemah pada Rabu, setelah investor mencerna data perdagangan Jepang dan terbentuknya pemerintahan ba...

22 October 2025 08:44
BIAS23.com NM23 Ai